INDONESIA DARURAT SYI'AH

🇲🇨 🚔 Indonesia Darurat Syi’ah (8)

🇮🇷 Mereka berbicara tentang Syi’ah:

⚖ 6. Mahkamah Agung

📕 “Judec Facti (Pengadilan Tinggi) sudah tepat dan tidak salah menerapkan hukum dan telah mengadili sesuai ketentuan yang berlaku,”

📙 demikian pertimbangan kasasi seperti dilansir panitera MA dalam websitenya, Selasa (21/5/2013).

🏢 MA tetap menguhukum karena berdasarkan pertimbangan yaitu Tajul Muluk di musholla, di Masjid Banyuarrum, Sampang, maupun di rumahnya sendiri, telah menyampaikan agama yang berbeda-beda. Seperti rukum iman ada lima yaitu tawhidullah, ma’rifatullah, annubuwwah, al-imamah, al adli dan al ma’aad.

♨️ Adapun rukun Islam ada 8 yaitu salat, puasa, zakat, al khumus, haji, amar ma’ruf nahi mungkar jihad dan al-wilayah. Terdakwa juga menyatakan Al-Quran yang sekarang tidak asli.

🚧 MA juga melandaskan putusannya pada Fatwa MUI Kabupaten Sampang tertanggal 1 Januari 2012 dan surat PCNU Kabupaten Sampang yang menyatakan ajaran di atas sesat dan menyesatkan. Selain itu, hal tersebut dinilai sebagai tindak penodaan agama yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

🔥 “Faktanya ajaran yang disiarkan Terdakwa menimbulkan ketidakharmonisan sesama umat Islam, meresahkan masyarakat dan menimbulkan pembakaran rumah secara massal,”

💥 putus kasasi nomor 1787 K/PID/2012 oleh ketua majelis hakim Prof Dr Hakim Nyak Pha dengan anggota hakim agung Sri Murwahyuni dan Dr Dudu D Machmudin.

💺 7. MUI Pusat (1984 M)

📝 Berdasarkan Rakernas tersebut (Rakernas MUI tahun 1984), MUI menetapkan beberapa rekomendasi, di antaranya:

1⃣ 1. Syiah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jamaah tidak membeda-bedakan—asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu Musthalah Hadist.

2⃣ 2. Syiah memandang “imam” itu maksum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jamaah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).

3⃣ 3. Syiah tidak mengakui ijma’ tanpa adanya “imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jamaah mengakui ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “imam”.

4⃣ 4. Syiah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jamaah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan ke-imamahan-an adalah untuk menjamin dan melindungi dakwah dan kepentingan umat.

5⃣ 5. Syiah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan. Sedangkan Ahlus Sunnah wal Jamaah mengakui keempat Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib).

⚠️ Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syiah dan Ahlus Sunnah wal Jamaah seperti disebutkan di atas—terutama mengenai perbedaan tentang “imamah” (pemerintahan), MUI mengimbau umat Islam Indonesia yang berpaham Ahlus Sunnah wal Jamaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya paham yang didasarkan atas ajaran Syiah.

💺 8. MUI Jawa Timur

📲 Untuk dasar keputusan dan berbagai penyimpangan akidah agama Syi’ah yang disoroti oleh MUI Jawa Timur, silakan kunjungi di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/11/10/indonesia-darurat-syiah-8/

🎯 MEMUTUSKAN

⛔️ 1. Mengukuhkan dan menetapkan keputusan MUI-MUI daerah yang menyatakan bahwa ajaran Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya) serta ajaran-ajaran yang mempunyai kesamaan dengan faham Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah adalah SESAT DAN MENYESATKAN.

❌ 2. Menyatakan bahwa penggunaan Istilah Ahlul Bait untuk pengikut Syi’ah adalah bentuk pembajakan kepada ahlul bait Rasulullah Saw.

📢 2. Merekomendasikan:

⚠️ 1. Kepada Umat Islam diminta untuk waspada agar tidak mudah terpengaruh dengan faham dan ajaran Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya).
🚧 2. Kepada Umat Islam diminta untuk tidak mudah terprovokasi melakukan tindakan kekerasan (anarkisme), karena hal tersebut tidak dibenarkan dalam Islam serta bertolak belakang dengan upaya membina suasana kondusif untuk kelancaran dakwah Islam.

🚔 3. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar tidak memberikan peluang penyebaran faham Syi’ah di Indonesia, karena penyebaran faham Syi’ah di Indonesia yang penduduknya berfaham ahlu al-sunnah wa al-jama’ah sangat berpeluang menimbulkan ketidakstabilan yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

🚔 4. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku antara lain membekukan/melarang aktivitas Syi’ah beserta lembaga-lembaga yang terkait.

🚔 5. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar bertindak tegas dalam menangani konflik yang terjadi, tidak hanya pada kejadiannya saja, tetapi juga faktor yang menjadi penyulut terjadinya konflik, karena penyulut konflik adalah provokator yang telah melakukan teror dan kekerasan mental sehingga harus ada penanganan secara komprehensif.

🚔 6. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar bertindak tegas dalam menangani aliran menyimpang karena hal ini bukan termasuk kebebasan beragama tetapi penodaan agama.

🎯 7. Kepada Dewan Pimpinan MUI Pusat dimohon agar mengukuhkan fatwa tentang kesesatan Faham Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya) serta ajaranajaran yang mempunyai kesamaan dengan faham Syi’ah sebagai fatwa yang berlaku secara nasional.

💺 9. MUI Ternate

♨️ Kehadiran aliran keagamaan yang mengatasnamakan Syiah Jafariyah di Ternate mendapat perhatian serius. Majalis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Utara (Malut) bahkan mengeluarkan fatwa larangan terhadap aliran yang dibawa Nawawi Husni tersebut (Fatwa MUI bernomor 45 Tahun 2015). Fatwa MUI ini diumumkan di masjid-masjid di Kota Ternate usai salat Jumat, kemarin (22/8).

📢 “MUI mengeluarkan fatwa ini setelah tiga tahun melakukan pengkajian. Akhirnya MUI menyimpulkan bahwa aliran Syiah Jafariyah itu sesat,”

💺 tandas Ketua MUI Malut Yamin Hadad kepada Malut Post, kemarin (21/8).

💥 MUI menilai aliran Syiah Jafariyah sesat karena tidak sesuai dengan ajaran alquran dan hadis.

💺 Ketua MUI Kota Ternate, H Usman Muhammad di Ternate, Jumat (28/8), mengatakan:

🎯 “Aktivitas aliran yang disosialisasikan Nawawi Husni ini sejak 2011 hingga sekarang dan dalam aktivitasnya terdapat 10 poin kriteria aliran sesat sesuai fatwa MUI pusat. Ada beberapa kriteria aliran sesat yang sudah dijalankan seperti menafsirkan Alquran tidak berdasarkan pada kaidah tafsir, seperti dalam surat Al-Isra ayat 78 dan mereka melaksanakan shalat ternyata hanya tiga waktu.

🌤 Padahal selama ini di dalam ayat itu ditafsirkan, ketika matahari sudah tergelincir, itu di dalamnya ada shalat Zuhur, shalat Ashar, malam hari ada Maghrib, ada Isya, dan shalat Subuh, lalu kemudian dikuatkan lagi dengan hadis Rasulullah SAW, bahwa shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.”

🚀 Untuk penjelasan lebih lengkap, silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/11/10/indonesia-darurat-syiah-8/

💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷

🌏🚀 Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

🌷💐 Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

🌺 Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK