MERAIH HIDAYAH

📚🔑 HIDAYAH AT-TAUFIQ WAL ILHAM 🔦⛵

✍ Ditulis oleh : Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy حفظه الله

🔦 Perbedaan antara hidayah al-irsyad dan hidayah at-taufiq terlihat dari beberapa sisi.

🔑 Di antaranya adalah:

1⃣ Hidayah al-irsyad bisa dilakukan oleh siapa pun yang memiliki kemampuan menyampaikannya, sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya.

☑ Adapun hidayah at-taufiq itu murni di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki oleh-Nya.

Allah berfirman tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.” (al-Qashash: 56)

2⃣ Hidayah al-irsyad tidak selalu mendatangkan iman dan hidayah yang sempurna (taufik).

✅ Adapun hidayah at-taufiq pasti bergandengan dengan iman, karena hidayah at-taufiq itu khusus bagi orang yang beriman dan mengamalkan Islam.

Allah berfirman:
“Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.” (al-An’am: 125)

3⃣ Hidayah al-irsyad adalah sebab dan syarat untuk mendapatkan hidayah at-taufiq, sebagaimana telah diuraikan sebelumnya.

🔬 Adapun hidayah at-taufiq adalah hasil dan buah dari pengamalan hidayah al-irsyad.

Allah berfirman:
“Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Ali Imran: 101) (Ta’liq Yasin al-Adni atas Syarah al-Aqidah al-Wasithiyah, Khalil Harras, hlm. 41)

🔦➡ Hidayah at-taufiq ini ada dua :

✍ Tingkatan [1]

1⃣ Hidayah at-taufiq dari kekufuran dan kesyirikan menuju Islam dan tauhid, disebut dengan hidayah ila ath-thariq (هِدَايَةٌ إِلَى الطَّرِيقِ).
✅ Hidayah ini didapatkan oleh seseorang yang sebelumnya kafir musyrik dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, dengan segenap ketentuan dan persyaratannya.

Allah berfirman:
Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk …. (Ali Imran: 20)

🔑 Hidayah ini bisa menyelamatkan seseorang dari kekekalan dalam api neraka, walaupun dia terjatuh dalam dosa dan kemaksiatan.

Apabila Allah menghendaki, Dia akan mengampuni dosanya meskipun dia meninggal sebelum sempat bertaubat.

Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (an-Nisa: 48)

⚠Tidak ada sesuatu pun yang dapat membatalkan hidayah ini, melainkan apabila seseorang melakukan salah satu pembatal keislaman dan ketauhidan yang telah dirinci oleh para ulama dalam kitab-kitab akidah.

2⃣ Hidayah at-taufiq dari kebid’ahan menuju sunnah, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dan dari dosa menuju ibadah.

⚠ Hidayah inilah yang lebih utama. Inilah yang diinginkan oleh Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini pula yang harus dicari dan didapatkan oleh seorang hamba.

✅ Dengan inilah seorang hamba berlomba meraih pahala yang besar, kedudukan yang tinggi di sisi Allah, dan surga dambaan setiap insan.

🔑 Hidayah ini disebut hidayah fi ath-thariq (هِدَايَةٌ فِي الطَّرِيقِ).
Tidak semua orang yang diberi hidayah kepada Islam bisa mendapatkan hidayah untuk mengamalkan Islam sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

⚠✅ Bahkan, sunnatullah (menjadi ketetapan Allah), banyak pihak yang menyimpang dan sesat, sedangkan yang selamat hanya sedikit.

Allah menyatakan:
“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (Saba: 13)

🔬Cermatilah berita Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang perpecahan yang terjadi pada umat ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

سَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثَةٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً. قِيلَ: مَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ

“Umatku akan terpecah-belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka, kecuali satu golongan.” Belia
u ditanya, “Siapakah dia, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “(Golongan) yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku berada.” (Hasan, HR. at-Tirmidzi dalam Sunan-nya “Kitabul Iman Bab Iftiraqul Hadzihil Ummah”, dari sahabat Abdullah bin Amr bin al-‘Ash radhiyallahu 'anhuma)

⚠🔬Hanya satu pihak yang dinyatakan selamat dari kesesatan. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa di atas Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Adapun pihak-pihak yang lain dinyatakan sesat dan terancam dengan neraka. (Lihat Silsilah ash-Shahihah no. 204)

🔑 Hidayah ini merupakan konsekuensi dari hidayah at-taufiq yang pertama. Setiap orang yang telah mengucapkan syahadatain dan memeluk Islam harus mempelajari dan mengamalkan Islam sesuai dengan bimbingan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Dia harus mengaplikasikan Islam secara kaffah dalam kehidupannya.

Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (al-Baqarah: 208)

⛵ Inilah makna hidayah yang sesungguhnya. Hidayah di atas jalan yang lurus. Hidayah di atas As-Sunnah.

----------
✍ Catatan Kaki:

[1] Lihat Taisir al-Karim ar-Rahman pada surat al-Fatihah dan Syifa’ul ‘Alil (hlm. 194).

📔Sumber Artikel :
Majalah Asy Syariah
Edisi 64 Vol VI
1431 H
Halaman 19-27&30

✅4⃣
🔄 Bagian 1/(12)
🔁Bersambung In Syaa Alloh........

▪▪◾◾◼◼◾◾▪▪

📚 Majmu'ah Riyadhus Salafiyyin
🌏 Channel Telegram || http://bit.ly/Riyadhussalafiyyin

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK