.

HARI YANG MENAKJUBKAN

__________
*Dua Hari Yang Menakjubkan Dimasa Kehidupan Rasulullah (1)*


Sesungguhnya ilmu tentang alam ghaib termasuk ilmu yang Allah khususkan, dan termasuk hikmah Allah, Allah nampakkan perkara-perkara ghaib kepada para rasul-Nya sehingga hal tersebut menjadi bukti dari kebenaran para rasul tersebut atas apa yang mereka sampaikan kepada manusia: Sesungguhnya aku adalah utusan Rabb semesta alam."

Allah تعالى berfirman:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا إلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ
_"(Dialah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali bagi siapa yang Allah ridhai dari kalangan para rasul,"_

Maka siapa saja yang mengaku memiliki ilmu ghaib maka dia telah kafir, dikarenakan dia telah mendustakan Allah, Allah berfirman:

{قل لا يعلم من في السموات والأرض الغيب إلا الله}

_"Katakanlah, tidak ada yang mengetahui perkara yang ghaib di langit dan di bumi kecuali Allah,"_

Demikian juga hukumnya, barang siapa yang membenarkan seseorang dari kalangan para dukun, tukang ramal pada pengakuan mereka terhadap ilmu ghaib maka dia telah kafir, berdasarkan sabda Rasulullah

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
Barangsiapa yang mendatangi dukun atau para normal lalu membenarkan apa yang diucapkannya maka sungguh ia telah kefir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.”

Sungguh Allah memberikan anugrah kepada Nabi-nya, Allah nampakkan kepadanya sesuatu yang sangat besar dari ilmu ghaib, dan Nabi shallallahu alaihi wasallam menceritakan kepada umatnya dari apa yang beliau diizinkan dari ilmu ghaib tersebut, maka dihafallah siapa yang mennghapalnya, dan terlupakan siapa yang melupakannya

Dan akan kami ringkas pembahasan ini pada dua hadits, didalamnya terdapat berita yang menakjubkan, sangat menarik untuk disimak dan  memunculkan rasa kagum.

🔘 *Kejadian Pertama*
Dalam kejadian ini Nabi melaksanakan shalat fajar, kemudian setelah selesai shalat beliau duduk di tempat beliau sholat dalam keadaan diam membisu, tidak berbicara dengan seorangpun hingga datang shalat isya' kemudian beliau masuk ke rumahnya, dalam keadaan beliau ketika datang shalat wajib, beliau mengimami sahabat lalu kembali seperti keadaan semula (diam tidak berbicara)

Ketika itu para sahabat yang menyaksikan pemandangan tersebut mereka memperhatikan apa yang mereka saksikan, melihat keadaan para sahabatnya Rasul tertawa ketika waktu Dhuha, 

Setelah selesai shalat isya' para sahabat bertanya rahasia apa dibalik perbuatan Rasulullah, maka Rasulpun memberitakan kepada mereka bahwasanya Allah telah menampakkan kepada beliau apa yang terjadi dari urusan dunia dan akhirat.

🔘 *Kisah kedua*
Adapun kejadian kedua, Rasulullah shalat fajar, setelah selesai beliau berkhutbah dihadapan para sahabat sampai datang waktu Dzuhur, kemudian berkhutbah lagi hingga datang waktu shalat Ashar, kemudian shalat, dan melanjutkan kembali khutbah beliau sampai matahari kembali ke peraduannya di ufuk barat, Rasul menceritakan apa yang terjadi di alam ini.

Tidak ada keraguan tentunya, ini merupakan kedudukan yang sangat besar, seorang manusia tidak akan mampu untuk melakukan hal tersebut kecuali Allah khususkan dia dengan bantuan khusus

Atau siapa dia yang berkhutbah dihadapan manusia dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari, tidak berhenti kecuali hanya untuk melaksanakan shalat dan tidak nampak padanya dalam riwayat-riwayat bahwasanya beliau makan ataupun minum atau beristirahat sejenak? Beliau adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

Dan tinggallah kami menyisakan kepada para pembaca dua hadits,

⏺ *Hadits Pertama*
Hadits dari Abu Zaid Amr bin Akhtob

صَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَجْرَ وَصَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى حَضَرَتِ الظُّهْرُ فَنَزَلَ فَصَلَّى، ثُمَّ صَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى حَضَرَتِ الْعَصْرُ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى، ثُمَّ صَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى غَرَبَتِ الشَّمْسُ، فَأَخْبَرَنَا بِمَا كَانَ وَبِمَا هُوَ كَائِنٌ، فَأَعْلَمُنَا أَحْفَظُنَا.

Dari Abu Zaid (yaitu ‘Amr bin Akhthab Radhiyallahu anhu), “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Shubuh berjama’ah (mengimami) kami, lalu (setelah shalat) beliau naik ke mimbar dan berkhutbah kepada kami sampai tiba waktu shalat Zhuhur. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbar dan shalat berjama’ah (mengimami) kami. (Setelah shalat) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik (lagi) ke mimbar dan berkhutbah kepada kami sampai tiba waktu shalat ‘Ashar, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbar dan shalat berjama’ah (mengimami) kami. (Setelah shalat) kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke mimbar lagi dan berkhutbah kepada kami sampai saat matahari terbenam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhabarkan kami tentang apa-apa saja yang sudah terjadi dan yang akan terjadi. (Abu Zaid) berkata, ‘Orang yang paling mengetahui adalah orang yang paling hafal di antara kami."

Hadits riwayat imam Muslim


✍Dr. Ali bin Yahya Al-hadady -حفظه الله -




┄┄┉┉✽̶»̶̥🌼»̶̥✽̶┉┉┄┄

📮 http://bit.ly/penuhduniailmu
💻Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
----------------------------------------------
  🖼 *Jendela Sunnah* 🖼
----------------------------------------------

SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar