Meniti Jejak Salafus Shaleh

Post Page Advertisement [Top]

📋🆖❌ Beberapa Kesalahan Seputar Shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
———————————————————————

Ketiga:

⚠ Melantunkan shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berirama dan terkadang dilakukan secara berjamaah.Bahkan, ada yang diiringi oleh lantunan musik piano, genderang, rebana, dan lainnya.

⛔ Sungguh, ini adalah nyata kebatilan yang dikemas dalam bentuk ibadah. Bagaikan najis yang dicampur dengan setetes air suci.Allahul musta’an.

🌈 Tak hanya itu. Tujuan shalawat pun kini telah bias. Yang awalnya untuk mendoakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kini menjadi hiburan yang dapat dinikmati suara dan iringan musiknya.

 

Keempat:

👎 Di antara shalawat buatan tersebut, ada yang justru merendahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di antaranya adalah penyebutan “habibullah” (kekasih Allah subhanahu wa ta’ala) kepada beliau.

💥Model shalawat seperti ini telah disebarkan oleh sebagian penyeru bid’ah di negara kita, seperti apa yang disebutkan Muhammad Arifin Ilham al-Banjari dalam bukunya Hikmah Zikir Berjama’ah halaman terakhir,

يَا نَبِيُّ سَلاَمٌ عَلَيْكَ

يَا رَسُوْلُ سَلاَمٌ عَلَيْكَ

يَا حَبِيْبُ سَلاَمٌ عَلَيْكَ

صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ

Perhatikanlah, ketika dia menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai “habib”.

💥Ini pula yang disebutkan salah seorang pendukungnya, Drs. Ahmad Dimyathi Badruzzaman, dalam bukunya Amaliah Zikir Taubah (hlm. 54) sebagai berikut,

السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ

السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَارَسُوْلَ اللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبَ اللهِ

Penyebutan “habibullah” yang dinisbatkan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bertentangan dengan hadits sahih yang menyebutkan bahwa beliau adalah “khalilullah” dan bukan “habibullah.”

🎓 Hal ini telah dijelaskan oleh Ibnu Abi ‘Izzi al Hanafi rahimahullah dalam kitabnya Syarah al-‘Aqidah ath-Thahawiyah.
Kata beliau, “Telahtsabit (sahih) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan tingkatan mahabbah (kecintaan Allahsubhanahu wa ta’ala kepadanya) yang tertinggi, yaitu Khullah.

📢 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ اتَّخَذَنِي خَلِيْلاً كَمَا اتَّخَذَ إبْرَاهِيْمَ خَلِيْلاً

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai khalil-Nya sebagaimana telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil.” (Sahih, HR. Muslim)

وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أَهْلِ اْلأَرْضِ خَلِيْلاًلاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيْلاً وَلَكِنْ صَاحِبُكُمْ خَلِيْلُالرَّحْمَنِ

“Sekiranya aku diperbolehkan untuk mengambil khalil dari penduduk bumi, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakr sebagai Khalil. Akan tetapi, sahabat kalian ini (yaitu Nabi) adalah Khalilur Rahman.”(HR. Ibnu Abi Syaibah dengan lafadz ini, dan yang semakna diriwayatkan oleh Muslim. Disebutkan oleh pentahqiq/penelitinya)

✌ Kedua hadits ini sahih. Keduanya membatalkan pendapat yang mengatakan, “Al-Khullah untuk Ibrahim sedangkan al-Mahabbah untuk Muhammad. Jadi, Ibrahim (adalah) Khalilullah, sedangkan Muhammad (adalah) Habibullah.” Dan (disebutkan) pula dalam ash-Shahih,

إِنِّي أُبَرِّأُ إِلَى كُلِّ خَلِيْلٍ مِنْ خُلَّتِهِ

“Aku berlepas diri (kepada Allah) untuk aku menjadikan setiap khalil dari kalian.” (Sahih, HR. Muslim)

Adapun ‘al-Mahabbah’ didapatkan oleh selain beliau. Allah subhanahu wa ta’alaberfirman,

وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٣٤

“Dan Allah mencintai setiap orang yang berbuat baik.” (Ali ‘Imran: 134)

Firman-Nya,

فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَّقِينَ ٧٦

“Sesungguhnya Allah cinta (mahabbah) kepada orang yang bertakwa.” (Ali ‘Imran: 76)

Firman-Nya,

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ ٢٢٢

“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang selalu bertobat dan bersuci.” (al-Baqarah: 222)

❓Lalu di mana letak keistimewaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan dengan yang lain? Dengan itu, berarti kita merendahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari martabatnya yang tinggi.

❎ Dengan demikian, batallah pendapat yang mengkhus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak menggunakan emoticon dalam menulis komentar, Barakallahu fiikum.

Bottom Ad [Post Page]

| Original Designed by Colorlib | Design Retouched by AI Project