.

Sahabat Zaid bin Tsabit رضي الله عنه

➖➖➖➖➖➖➖➖
Jangan Mencela Sahabat Nabi Sholallohu'Alaihi Wasallam
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣

▪Semasa Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam hidup, Zaid bin Tsabit Rodhiyallohu 'anhu adalah penulis wahyu dan Mu'awiyah Rodhiyallohu 'anhu  adalah sekertaris untuk urusan Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam dengan kalangan orang Arab. Mu'awiyah Rodhiyallohu 'anhu menuliskan urusan urusan Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam. Beliau adalah sosok sahabat yang dekat dengan Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Abbas Rodhiyallohu 'anhu terungkap bentuk kedekatan tersebut. Kata Ibnu Abbas Rodhiyallohu 'anhu, Saat aku bermain bersama anak anak, Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam datang. Aku pun bersembunyi di balik pintu. Lantas Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam menyentuh punggungku seraya berkata,

اذهب  وادع  لي  معاوية

Pergilah. Panggilah Mu'awiyah untuk (menghadap) saya.

▪Setelah itu, aku pun datang (menghadap Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam setelah memanggil Mu'awiyah). Aku katakan, Dia sedang makan. Lantas Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam menyuruh saya kembali untuk memanggil Mu'awiyah untuk kali kedua. Sabda Nabi, Pergilah. Panggilkan Mu'awiyah untuk (menghadap) saya.
▪Setelah saya memanggil Mu'awiyah Rodhiyallohu 'anhu, saya pun mendatangi Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam dan menyampaikan bahwa dia sedang makan. Lantas Rasulullah bersabda,

لا أشبع اللّٰه بطنه

Semoga Allah tak mengenyangkan perutnya. (HR.Muslim, no.2064).

▪Terkait hadits diatas, ada yang berpendapat bahwa pernyataan Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang artinya Semoga Allah ta'ala tak akan mengenyangkan perutnya mengandung pengertian bahwa pada hari kiamat kelak dia bukanlah termasuk orang yang lapar. Ini didasarkan pada pernyataan Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam,

أطول الناس سبعا في الدنيا أطولهم جوعا يوم القيامة

Manusia yang paling lama kenyang didunia, mereka adalah yang paling lama lapar pada hari kiamat nanti. (Dinyatakan hasan oleh asy Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani dalam Shahih al Jami' no.1199, 1577, 4491. Hadits dari Salman al Farisi Rodhiyallohu'anhu

▪Menurut al Imam adz Dzahabi Rohimahullah , pendapat tersebut tidaklah benar. Memberi takwil (penafsiran) kepada makna itu adalah sesuatu yang lemah. (syiar A'lami an Nubala', 3/382.

Oleh karena itu, pendapat tersebut dinyatakan tidak kuat. Adapun al Imam an Nawawi Rohimahullah saat memberi penjelasan terhadap hadits diatas (HR.Muslim, no. 2604), beliau menyebutkan bahwa (al Imam) Muslim Rohimahullah telah memahami perihal hadits tersebut.

▪Sesungguhnya  Mu'awiyah bukanlah orang yang berhak mendapatkan doa kejelekan. Karena itu, beliau memasukkan hadits ini dalam pembahasan Bab Man La'nahu an Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam au Sabbahu au Da'a 'alaih wa Laisa Ahlan li Dzalika Kana Zakatan wa Ajran wa Rahmatan (Bab Siapa yang dilaknat atau dicerca oleh Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam padahal dia tidak pantas mendapatkannya maka hal ini adalah penyuci, pahala, dan rahmat baginya).

▪Disamping itu, beliau menjadikan hadits ini sebagai dalil yang menunjukkan kedudukan terpuji Mu'awiyah Rodhiyallohu 'anhu  karena, hakikat dari pernyataan Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam pada hadits Abdullah bin Abbas Rodhiyallohu 'anhu  adalah doa kebaikan untuk Mu'awiyah. (Lihat al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16/371).

Bersambung...

➖➖➖➖➖➖➖➖
📋 Sumber, Asy Syariah no.78/VII/1433H/2011
📡 klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 www.salafymedia.com
🏹 Publikasi :
📚 WA Fadhlul Islam Bandung
➖➖➖➖➖➖➖➖

SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar