Meniti Jejak Salafus Shaleh

Post Page Advertisement [Top]

〰〰〰〰〰〰
🌷📝 Kajian Hadits: Syarh Arbain anNawawiyyah

💎 HADITS KE-14 (Bag. ke 2)

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ [رواه البخاري ومسلم]

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu di antara tiga perkara: orang yang telah menikah berzina, jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya berpisah dari jama’ah“.[HR. Bukhari dan Muslim]

📌 Penjelasan Hadits

Dalam hadits ini Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa secara asal darah seorang muslim adalah haram untuk ditumpahkan. Namun, jika terjadi 3 hal ini, darahnya menjadi halal untuk ditumpahkan, boleh dibunuh. Akan tetapi, tentunya proses tersebut hanya boleh dilakukan oleh waliyyul amr (pemerintah muslim) dengan aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang telah dijelaskan dalam hukum Islam.

Tiga kelompok orang yang disebutkan dalam hadits tersebut adalah:

✔️ Pertama, Seseorang yang sudah pernah menikah dengan pernikahan yang sah, dan sudah pernah berhubungan suami istri dalam pernikahan sah tersebut, jika kemudian ia berzina, maka ia berhak dirajam. Proses dirajam adalah dilempari batu dengan ukuran yang tidak terlalu besar ke tubuhnya hingga meninggal dunia.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَهُوَ جَالِسٌ عَلَى مِنْبَرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ فَكَانَ مِمَّا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ قَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَعَقَلْنَاهَا فَرَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ فَأَخْشَى إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُولَ قَائِلٌ مَا نَجِدُ الرَّجْمَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيضَةٍ أَنْزَلَهَا اللَّهُ وَإِنَّ الرَّجْمَ فِي كِتَابِ اللَّهِ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى إِذَا أَحْصَنَ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِذَا قَامَتْ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ الْحَبَلُ أَوْ الِاعْتِرَافُ

Dari Abdullah bin Abbas beliau berkata: Umar bin al-Khotthob pernah berkhutbah di atas mimbar (sepeninggal) Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam : Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam secara haq dan menurunkan Kitab kepada beliau. Di antara yang diturunkan pada Kitab tersebut adalah ayat rajam, yang kami baca, kami hafal, dan kami pahami. Maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam melakukan rajam dan kami pun melakukan rajam setelahnya. Aku khawatir jika zaman telah berlalu lama ada yang berkata: Kami tidak dapati ayat rajam dalam Kitab Allah, sehingga mereka sesat dengan meninggalkan kewajiban yang telah Allah turunkan. Sesungguhnya (perintah) rajam dalam Kitabullah adalah haq bagi orang yang berzina jika telah muhson (pernah menikah dengan berhubungan suami istri) bagi laki-laki maupun wanita jika telah tegak bukti, atau wanita hamil, atau berdasarkan pengakuan (H.R alBukhari dan Muslim)

Dulu, dalam alQuran terdapat ayat rajam yang dibaca lafadznya oleh kaum muslimin. Kemudian lafadz tersebut di-mansukh (dihapus) bacaannya, tapi hukumnya tetap. Ayat tersebut berbunyi:

الشَّيْخُ وَالشَّيْخَةُ إِذَا زَنَيَا فَارْجُمُوهُمَا الْبَتَّةَ نَكَالًا مِنْ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Lelaki dan wanita (yang sudah menikah) jika keduanya berzina, rajamlah keduanya secara tetap sebagai hukuman dari Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (H.R Ahmad dari Ubay bin Ka’ab)

✔️ Kedua,  Seseorang membunuh seorang muslim secara sengaja, bukan secara haq, maka ia bisa di-qishash, dihukum mati. Hal itu jika ia tidak mendapatkan maaf dari pihak ahli waris terbunuh. Kalau pihak ahli waris memaafkan, atau hanya meminta ganti rugi dalam bentuk uang, maka ia tidak harus menjalani hukuman mati.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ…

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishash dalam peristiwa pembunuhan. Orang merdeka dengan orang merdeka, budak dengan budak, wanita dengan wanita. Barangsiapa yang mendapatkan pemaafan dari saudaranya, hendaknya (yang memaafkan) mengikuti dengan baik, dan (yang diberi maaf) membayar dengan cara yang baik. Demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhan kalian… (Q.S al-Baqoroh:178) 

Qishash hukum mati tidak berlaku pada 3 keadaan:

1. Seorang muslim membunuh kafir

لاَ يُقْتَلُ مُسْلِمٌ بِكَافِرٍ

Tidaklah seorang muslim dibunuh (qishash) karena (membunuh) orang kafir (H.R alBukhari dan Muslim)

2. Seorang ayah membunuh anaknya

لاَ يُقْتَلُ وَالِدٌ بِوَلَدِهِ

Tidaklah seorang ayah dibunuh (qishash) karena (membunuh) anaknya (H.R atTirmidzi)

3. Seorang yang merdeka membunuh budak. Berdasarkan pendapat Jumhur berdalil dengan surat alBaqoroh ayat 178 di atas.

✔️ Ketiga, seseorang yang murtad, keluar dari Islam. Tahapan pertama adalah ia diminta bertaubat dan ditegakkan hujjah padanya. Jika ia kemudian bertaubat, maka itulah yang diharapkan. Namun jika ia tetap memilih murtad, maka pemerintah muslim menegakkan hukuman mati untuknya. Nabi bersabda:

مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

Barangsiapa yang mengubah agamanya (Islam), maka bunuhlah (H.R alBukhari)

⏳ Insya Allah bersambung .....

📝 Disalin dari Draft Buku "40 HADITS PEGANGAN HIDUP MUSLIM (Syarh Arbain anNawawiyah)". Penulis Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

📎 hashtag serial kajian ini : #syarah_hadits_arbain

〰〰〰〰〰〰〰
📚🔰Salafy Kendari || http://bit.ly/salafy-kendari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak menggunakan emoticon dalam menulis komentar, Barakallahu fiikum.

Bottom Ad [Post Page]

| Original Designed by Colorlib | Design Retouched by AI Project