Meniti Jejak Salafus Shaleh

Post Page Advertisement [Top]

🚡Hukum Isbal Bagian 5⃣

⏯Jadi, sabda Nabi, “Barang siapa menyeret pakaiannya (melebihi mata kaki) karena sombong, Allah Subhanahu wata’ala tidak akan memandangnya”, 🖐🏼tidak berarti apabila isbal tidak disertai sikap sombong maka boleh.
❌Bukan seperti itu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dipahami!

🔎Hal lain yang perlu dicermati juga adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu. ✍🏼Beliau adalah sahabat yang meriwayatkan hadits larangan isbal dengan disertai sikap sombong.

❓ Bagaimanakah praktik Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu dalam hal ini❓

❓ Bukankah beliau lebih layak untuk diteladani dalam memahami hadits tersebut⁉

✔👉🏼Ternyata, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma yang meriwayatkan hadits tentang larangan musbil dengan disertai sikap sombong, pada praktiknya menggunakan kain sarung di atas mata kaki, bahkan di pertengahan betis. ✅

📗Al-Imam Muslim rahimahullah (no. 2086) meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita, 📻“Aku pernah bertemu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan kain sarungku turun. Lantas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menegur, ‘Wahai Abdullah, tinggikan kain sarungmu!’ Aku pun mengangkatnya.

✔Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tetap mengatakan, ‘Naikkan lagi!’ Aku pun mengangkatnya lebih tinggi.
Setelah itu, aku selalu menjaga kain sarungku dalam posisi seperti itu.” 

Ada yang bertanya, “Sampai batas mana?” Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma menjawab, “Sampai pertengahan betis.” 👍🏼

Bagaimana dengan Atsar tentang Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu❓ Sekelompok kecil orang di atas ternyata masih berusaha mencari alasan dan pembenaran, walau sangat dipaksakan.

💥👎🏼Kata mereka, “Abu Bakr juga terkadang musbil dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan kepada beliau,‘Sungguh, engkau tidak termasuk yang melakukan isbal dengan disertai sikap sombong’.” Mereka memahami, “Jadi, larangan itu hanya berlaku pada orang musbil yang bersikap sombong. Jika tidak, boleh-boleh saja!” 💢

📖Pembaca, semoga Allah Subhanahu wata’ala menjaga Anda, marilah kita mencermati🔎💡 hadits tentang Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu lebih dekat.

AbuBakr radhiyallahu ‘anhu berkata,

إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ إِنَّكَ لَسْتَ : ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ

“Sungguh, salah satu bagian pakaianku selalu turun, namun aku selalu menjaganya agar tidak turun.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya engkau tidak termasuk yang melakukannya karena sikap sombong.” 📘(HR. al- Bukhari no. 5447)

📜📝Ada beberapa hal yang harus dicermati tentang keadaan Abu Bakr di atas:

1⃣ Tidak ada faktor kesengajaan isbal dari Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu.

2⃣ Upaya Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu untuk selalu menaikkan kembali pakaiannya jika turun menutupi mata kaki.

3⃣ Yang terkadang turun menutupi mata kaki Abu Bakr adalah salah satu sisi pakaiannya. Artinya, sisi pakaian yang lain berada di atas mata kaki.

4⃣ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam merekomendasi Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu sebagai orang yang tidak sombong.

❓ Pertanyaannya, ”Apakah riwayat tentang Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu dapat disamakan dengan kaum musbil yang dengan sengaja telah melakukan isbal❓

Apakah mereka selalu berusaha menaikkan celana jika mulai menutupi mata kaki❓

❓ Siapa yang merekomendasi mereka bebas dari sikap sombong❓”

🌎 Sumber : http://asysyariah.com/hadits-hukum-isbal/

✏️_Bersambung InsyaaAllah

✏️___📗   📘   📙
Edisi: 📂مجموعة الأخوة  السلفية [-MUS-]
📮Klik "JOIN" http://bit.ly/ukhuwahsalaf

Ⓜ️ #isbal #bagian_lima #fawaaid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak menggunakan emoticon dalam menulis komentar, Barakallahu fiikum.

Bottom Ad [Post Page]

| Original Designed by Colorlib | Design Retouched by AI Project