Meniti Jejak Salafus Shaleh

Post Page Advertisement [Top]

Salafymedia.com:
🔗 Silsilah Fikih Puasa Lengkap (Bahagian 13)

📚 Bab 8⃣: Pembatal-Pembatal Puasa
🔹🔹🔹🔹🔷🔹🔹🔹🔹
💎 Al-Imam as-Sa'di berkata, "Barangsiapa berbuka (batal puasa) dengan makan, minum, muntah secara sengaja, berbekam, atau mengeluarkan mani kerana memeluk isteri, kewajipannya hanyalah melakukan qadha puasa (tanpa kafarat). Akan tetapi orang yang berbuka dengan jima' wajib melakukan qadha puasa dan membebaskan budak (hamba) (sebagai kafarat). Jika tidak mendapatkan hamba, ia wajib (menebusnya) dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika ia tidak mampu, maka ia wajib (menebusnya) dengan memberi makan enam puluh orang fakir miskin. Nabi bersabda, "Barangsiapa lupa selagi ia berpuasa, lalu ia makan dan minum, hendaklah ia menyempurnakan (melanjutkan) puasanya, kerana sesungguhnya Allah semata-mata memberi makan dan minum kepadanya (tanpa membatalkan puasa)" (Muttafaq 'alaih)."
🔹🔹🔹🔹🔷🔹🔹🔹🔹

🔘 Ketentuan Batalnya Puasa Bagi Pelaku Pembatal-Pembatal Puasa
🔹Puasa batal dengan salah satu dari pembatal-pembatal puasa dengan syarat-syarat berikut:

1⃣: Melakukannya dengan sengaja.

📖 "Tidak ada dosa bagi kalian atas apa yang kalian tersalah padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disegaja oleh kalbu (hati) kalian..." (Al-Ahzab: 5)

2⃣: Melakukannya dengan sedar (ingat atau tidak lupa).

📕"Barangsiapa lupa (tidak sedar) selagi ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, hendaklah menyempurnakan (melanjutkan) puasanya..." (Muttafaq 'alaih)

3⃣: Melakukannya dengan mengetahui (mempunyai ilmu) hukum perkara itu sebagai pembatal puasa dan mengetahui keadaan.

📕Asma' bintu Abi Bakr berkata, "Kami pernah berbuka pada masa hidup Nabi di hari yang mendung, kemudian matahari kembali muncul." (HR Bukhari)

✅ Tidak dinukilan bahawa Nabi menyatakan puasa mereka batal. Hal itu disebabkan ketidaktahuan mereka akan keadaan matahari yang belum terbenam kerana terhalang mendung.

🔘 Jenis-Jenis Pembatal Puasa
🔹Ada beberapa jenis pembatal puasa, sebahagiannya disepakati dan sebahagiannya diperselisihkan. Pembatal-pembatal puasa yang disepakati oleh para ulama adalah makan, minum dan berhubungan suami isteri (jima').

📖 "Maka dari itu, sekarang campurilah mereka (isteri-isteri kalian) dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian, serta makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih (terangnya siang) dan benang hitam (gelapnya malam), iaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam." (Al-Baqarah: 187)

📂 (Faedah dari Kitab Manhajus Salikin wa Taudhih al-Fiqhi fid-Din -Kitab ash-Shiyam-, karya Al-Imam Abdurrahman as-Sa'di, disyarah al-Ustadz Muhammad as-Sarbini, diterbitkan Oase Media)

Bersambung insyaAllah.

📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak menggunakan emoticon dalam menulis komentar, Barakallahu fiikum.

Bottom Ad [Post Page]

| Original Designed by Colorlib | Design Retouched by AI Project