Meniti Jejak Salafus Shaleh

Post Page Advertisement [Top]

▪Sejarah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagi ke 3⃣

🛡ALI BIN ABI THALIB BERUSAHA MENASEHATI 🛡

▪Rasa cinta dan kasih sayang Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu 'anhu terhadap umat tidak cukup sampai disitu. Beliau tidak langsung mengambil langkah perang dan kekerasan kepada kaum Khawarij. Setelah mengutus Ibnu Abbas Rodhiyallohu 'anhu, Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu 'anhu sendiri berangkat untuk menemui mereka dan berdiskusi. Dari hasil diskusi tersebut, terjadi beberapa kesepakatan.
▪Hanya saja, kaum khawarij salah paham❗ Mereka menyangka Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu 'anhu telah rujuk dan menolak hasil tahkim dalam perang shiffin.

▪Berdasarkan salah paham khawarij, mereka pun bersedia kembali ke kufah dan bergabung bersama pasukan Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi, setelah dua hari berada di kufah, akhirnya kaum khawarij mengerti bahwa Ali bin Abi tholib Rodhiyallohu 'anhu tetap mematuhi dan menghormati hasil tahkim pada perang shiffin, setelah mendengar tentang salah paham khawarij, beliau langsung berpiidato untuk menjelaskan sikap beliau atas hasil tahkim.
▪Hingga pada saat Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu 'anhu menyampaikan khutbah dimasjid, orang orang khawarij berbuat onar dengan berteriak teriak dari seluruh sudut masjid dengan mengatakan, Tidak ada hukum kecuali Hukum Allah. Setelah itu, mereka pun keluar meninggalkan masjid.
▪Kata kata yang benar, sayang tujuannya adalah kebatilan, demikian kata Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu 'anhu ketika mendengar teriakan kaum Kahwarij.
▪Ketika peristiwa tersebut terjadi, Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu 'anhu masih memilih bersikap lembut dan penuh cinta. Beliau malah memutuskan, Sesungguhnya masih ada hak kalian (kaum khawarij) pada kami. Kami tidak akan menghalangi hak harta Fa'i selama kalian masih bersama kami. Kami tidak akan mengahalangi kalian dari masjid, dan kami tidak akan memulai untuk memerangi kalian selama kalian tidak memulai untuk memerangi kami.
Benci kaum Khawarij justru dibalas dengan sikap cinta kasih oleh Ali bin Abi Thalib❗
▪Oleh sebab itu, beberapa sahabat dan tabi'in masih terus masih menyadarkan kaum Khawarij. Akan tetapi, hidayah memang mutlaq berada ditangan Allah. Manusia hanya berkewajiban untuk berusaha. Allahul Musta'an.

Bagian ke 4⃣

⚔ KONSOLIDASI KAUM KHAWARIJ ⚔

▪Langkah kaum khawarij berikutnya adalah melakukan Konsolidasi kekuatan. Hal itu diselenggarakan di rumah Abdullah bin Wahb Ar Rasibi, sebelum mengangkat panglima besar, mereka terlebih dahulu mendengarkan khutbah penyemangat dari beberapa orang yang dianggap sebagai tokoh. Tiba saatnya pemilihan panglima tertinggi, masing masing menolak dan mengalihkannya kepada orang lain.

▪Hingga akhirnya Abdullah bin Wahb Ar Rasibi yang terpilih sebagai pemimpin besar. Saat menerima permintaan tersebut, dia berujar, Demi Allah❗Aku menerima jabatan ini bukan karena cinta dunia. Aku pun ketika menolak jabatan ini bukan takut mati❗
Dikalangan mereka, Abdullah bin Wahb memang pantas untuk diangkat sebagai pemimpin besar. Sebab dia memiliki kepandaian, kefasihan, keberanian, dan kesungguhan dalam beribadah. Abdullah bin Wahb tercatat sebagai bagian dari pasukan sa'ad bin Abi Waqosh Rodhiyallohu 'anhu ketika penaklukan irak, akan tetapi, Berikutnya ia akan terbunuh dalam perang Nahrawan sebagai pemimpin besar kaum Khawarij.

▪Peristiwa konsolidasi tersebut terjadi bulan Syawal tahun 37H. Sejak saat itu, orang orang tersebut secara resmi telah menanggalkan baiat kepada Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ' anhu.
Langkah mereka berikutnya adalah memilih dan menentukan basis wilayah yang akan diajdikan sebagai landasan perjuangan. Selain itu, mereka juga ingin menghimpun orang orang yang sepaham disebuah lokasi tersendiri, dalam rangka memudahkan konsolidasi.

▪Perintah pun dijatuhkan oleh panglima mereka agar setiap yang sepaham keluar meninggalkan kota kufah secara sembunyi sembunyi lalu berkumpul didaerah Nahrawan. Hal itu dilakukan mereka, karena khawatir orang tua dan sanak kerabat akan menghalangi dan mencegah usaha mereka.
Sedikit demi sedikit kekuatan mereka mulai tergalang dengan bertahap. Hingga akhirnya mereka merasa kuat dan bermarkas di Nahrawan.

▪Dalam kondisi semacam ini, Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu 'anhu tetap menempuh langkah persuasif dan tidak mengambil langkah keras dalam menghadapi mereka. Hal itu sesuai janji dan jaminan Ali sebelumnya bahwa beliau tidak akan memerangi mereka kecuali bila didahului.

Bersambung...in syaa Allah

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📋 Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013
🕸 Klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 www.salafymedia.com
📡 Publikasi :
📚 WA Fadhlul Islam Bandung
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak menggunakan emoticon dalam menulis komentar, Barakallahu fiikum.

Bottom Ad [Post Page]

| Original Designed by Colorlib | Design Retouched by AI Project