Meniti Jejak Salafus Shaleh

Post Page Advertisement [Top]

*Meneladani Nabi Dalam Ber'iedul Fitri*

_Bagian_ 0⃣2⃣

🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠

▪ Berikut ini sedikit penjelasan tentang bimbingan syariat dalam beridul Fitri.

✔  Definisi Id (Hari Raya)

👉🏼 Ibnu A’rabi mengatakan: “Id dinama-kan demikian karena setiap tahun terulang dengan kebahagiaan yang baru.” (Al-Lisan hal. 5)

👉🏼 Ibnu Taimiyyah berkata: “Id adalah sebutan untuk sesuatu yang selalu terulang berupa perkumpulan yang bersifat massal, baik tahunan, mingguan atau bulanan.” (dinukil dari Fathul Majid hal. 289 tahqiq Al-Furayyan)

▪ Id dalam Islam adalah Idul Fitri, Idul Adha dan Hari Jum’at.

▪ Dari Anas bin Malik ia berkata: Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_ datang ke Madinah dalam keadaan orang-orang Madinah mempunyai 2 hari (raya) yang mereka bermain-main padanya. Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_  berkata: “Apa (yang kalian lakukan) dengan 2 hari itu?” Mereka menjawab: “Kami bermain-main padanya waktu kami masih jahiliyyah.” Maka Rasulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikannya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri.” (Shahih, HR. Abu Dawud no. 1004, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)

✔ Hukum Shalat Id

▪ Ibnu Rajab berkata: “Para ulama berbeda pendapat tentang hukum Shalat Id menjadi 3 pendapat:

1⃣ Pertama: Shalat Id merupakan amalan Sunnah (ajaran Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_) yang dianjurkan, seandainya orang-orang meninggalkannya maka tidak berdosa. Ini adalah pendapat Al-Imam Ats-Tsauri dan salah satu riwayat dari Al-Imam Ahmad.

2⃣ Kedua: Bahwa itu adalah fardhu kifayah, sehingga jika penduduk suatu negeri sepakat untuk tidak melakukannya berarti mereka semua berdosa dan mesti diperangi karena meninggalkannya. Ini yang tampak dari madzhab Al-Imam Ahmad dan pendapat sekelompok orang dari madzhab Hanafi dan Syafi’i.

3⃣ Ketiga: Wajib ‘ain (atas setiap orang) seperti halnya Shalat Jum’at. Ini pendapat Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad.
Al-Imam Asy-Syafi’i (sendiri) menga-takan dalam (buku) Mukhtashar Al-Muzani: “Barangsiapa memiliki kewajiban untuk mengerjakan Shalat Jum’at, wajib baginya untuk menghadiri shalat 2 hari raya. Dan ini tegas bahwa hal itu wajib ‘ain.” (Diringkas dari Fathul Bari Ibnu Rajab, 6/75-76)

👉🏼 Yang terkuat dari pendapat yang ada –wallahu a’lam– adalah pendapat ketiga dengan dalil berikut:
*Dari Ummu ‘Athiyyah ia mengatakan: Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_ memerintahkan kami untuk mengajak keluar (kaum wanita) pada (hari raya) Idul Fitri dan Idul Adha yaitu gadis-gadis, wanita yang haid, dan wanita-wanita yang dipingit. Adapun yang haid maka dia menjauhi tempat shalat dan ikut menyaksikan kebaikan dan dakwah muslimin.Aku berkata: “Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab?” Nabi menjawab: “Hendaknya saudaranya meminjamkan jilbabnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim Kitabul ‘Idain Bab Dzikru Ibahati Khurujinnisa)*

▪ Perhatikanlah perintah Nabi n untuk pergi menuju tempat shalat, sampai-sampai yang tidak punya jilbab-pun tidak mendapatkan udzur. Bahkan tetap harus keluar dengan dipinjami jilbab oleh yang lain.

▪ Shiddiq Hasan Khan berkata: “Perintah untuk keluar berarti perintah untuk shalat bagi yang tidak punya udzur… Karena keluarnya (ke tempat shalat) merupakan sarana untuk shalat dan wajibnya sarana tersebut berkonsekuensi wajibnya yang diberi sarana (yakni shalat).

▪ Di antara dalil yang menunjukkan wajibnya Shalat Id adalah bahwa Shalat Id menggugurkan Shalat Jum’at bila keduanya bertepatan dalam satu hari. Dan sesuatu yang tidak wajib tidak mungkin menggugurkan suatu kewajiban.” (Ar-Raudhatun Nadiyyah, 1/380 dengan At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah. Lihat pula lebih rinci dalam Majmu’ Fatawa, 24/179-186, As-Sailul Jarrar, 1/315, Tamamul Minnah, hal. 344)

_(Bersambung in sya allah........)_

Sumber : *Majalah Asy Syariah Edisi 026 | 16 November 2011*

✏ _(ditulis oleh : Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.)_

🌐 Turut mempublikasikan :
Whatsapp Ahlus Sunnah Bagi Ilmu

www.ahlussunnahcengkareng.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak menggunakan emoticon dalam menulis komentar, Barakallahu fiikum.

Bottom Ad [Post Page]

| Original Designed by Colorlib | Design Retouched by AI Project