KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH

*📚💎 Keutamaan sepuluh hari awal dari bulan Dzulhijjah 💎📚*

1⃣ Sesungguhnya Allaah Ta’ala bersumpah dengannya dan Allaah tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung, Allaah Subhanahu Ta’ala berfirman :

(وَالْفَجْرِ (١) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢

Artinya : ”Demi fajar dan malam-malam yang sepuluh.” (Qs.Al-Fajr :1-2).

🔦 Ibnu katsiir rahimahullaah berkata di dalam tafsirnya (8/3768) :

”Dan malam-malam yang sepuluh, yang dimaksud dengannya adalah sepuluh hari dari Dzulhijjah seperti yang dikatakan Ibnu Abbaas, Ibnu Zubair dan Mujahid (radiyallaahu ‘anhum wa rahimahullaah-pent) dan lebih dari satu dari para salaf dan khalaf“. Dan ini yang dirajihkan oleh Ibnu Katsiir rahimahullaah.

✅ Ibnu Rajab rahimahullaah berkata di Lathaa’if Al-Ma’arif (470):

“Dan adapun malam-malam yang sepuluh dan dia adalah sepuluh hari (awal -pent) dari Dzulhijjah ini adalah benar yang Jumhur Ahli tafsir dari salaf dan lainnya berpendapat kepadanya, dan ini adalah shahih dari Ibnu Abbas radiyallaahu ‘anhuma. Diriwayatkan darinya lebih dari satu sisi dan riwayat darinya pula yang mengatakan bahwasanya itu adalah sepuluh hari dari Ramadhan adalah riwayat yang dha’if“.

2⃣ Bahwasanya sepuluh hari awal dari Dzulhijjah adalah hari-hari yang di tentukan, yang Allaah telah mensyari’atkan  di dalamnya untuk memperbanyak berdzikir kepada-Nya atas rizqi yang Allaah berikan yang berupa binatang ternak, seperti yang Allaah firmankan :

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ

(فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (٢٨

Artinya : ”Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allaah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allaah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (Qs.Al-Haj:28).

💎 Ibnu Abbas radiyallaahu‘anhuma berkata :

”Hari-hari yang telah ditentukan adalah sepuluh hari“. Disebutkan Bukhari rahimahullaah secara Ta’liiq (1/290).

⛵Dan Ibnu Rajab rahimahullaah berkata di dalam Lathaa’if Al-Ma’arif (462) :

”Maka sesungguhnya hari-hari yang telah ditentukan adalah sepuluh hari pendapatnya Jumhur Ulama“.

3⃣ Sesungguhnya hari itu adalah hari yang paling utama yang ada di dunia, dari Jabir radiyallaahu ‘anhu bahwasanya Rasulallaahu shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (ya’ni sepuluh Dzulhijjah)”. Dikatakan kepada beliau Rasulallaahu shalallaahu ‘alaihi wa sallam, “Dan apakah tidak menandingi keutaman hari itu keutamaan fisabiilillaah?“, Rasulallaah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan tidak menandingi keutamaan hari itu keutamaan jihad di jalan Allaah, kecuali seseorang yang melumuri wajahnya dengan debu“. [HR.Bazzar seperti di Kasyfil Astaar (no 1128) dan Abu Ya’la di Musnadnya (4/69 no 209)].

♻ Dan lafadznya (yang lain), Rasulallaahu shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Tidak ada hari yang lebih utama di sisi Allaah dari pada hari-hari sepuluh hari dari Dzulhijjah“, berkata seseorang, “Wahai Rasulallaah, apakah hari-hari itu lebih utama atau persiapan persiapan di jalan Allah (yang lebih utama)?”, Rasulallaahu shalallaahu ‘alaihi wa sallam besabda :
“Hari-hari itu lebih utama dari pada persiapan perang di jalan Allaah, kecuali seseorang melumuri wajahnya dengan debu“.
[HR.Ibnu Hibbaan di Shahihnya (9/164 no 3853) dan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullaah menshahihkannya di Shahih  At-Targhiib (2/32 no 1150)].

4⃣ Bahwasanya di dalamnya terdapat hari ‘Arafah dan itu adalah hari yang ke-sembilan dari Dzulhijjah dan ia mempunyai keutamaan, yang nanti akan datang penyebutannya.

5⃣ Bahwasanya di dalamnya terdapat hari Naher dan itu adalah hari yang ke-sepuluh dari Dzulhijjah dan  ia mempunyai keutamaan, yang nanti akan datang penyebutannya.

⛵Ibnu Rajab rahimahullaah berkata di Lathaa’if Al-Ma’arif (468):

“Dan ini seluruhnya menunjukan bahwasanya sepuluh hari dari Dzulhijjah itu lebih utama dari hari-hari yang lainnya tanpa adanya pengecualian“.

6⃣ Bahwasanya di dalamnya terdapat amalan tentang kewajiban haji ke Baitullaah Haraam, yang di dalamnya terdapat pahala yang besar dan darinya adalah :

✅ Di-ampunkannya dosa-dosa. Dari Abu Hurairah radiyallaahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Rasulallahu shalallaahu ‘alaihi wa sallam besabda :

”Barang siapa yang pergi haji dan tidak bersetubuh atau berkata-kata keji dan berbuat kefasikan, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ibunya melahirkannya“. (HR.Bukhari dan Muslim)

💎 Dari Abu Hurairah radiyallaahu ‘anhu berkata :
“Bahwasanya Rasulallahu shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

“Ibadah umrah ke ibadah umrah (lainnya-pent) menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya dan Haji yang mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surga“.
(HR.Bukhari dan Muslim).

7⃣ Berkumpulnya induk-induk  ibadah di dalamnya, Al-Haafidz Ibnu Hajar rahimahullaah berkata di dalam Fathul Baari (3/525) :

”Dan yang telah tampak sesungguhnya sebab istimewanya sepuluh hari dari Dzulhijjah adalah karena berkumpulnya induk-induk ibadah di dalamnya dan itu adalah shalat, puasa, shadaqah, dan haji dan tidak datang yang seperti itu di selain darinya“.

🌏 Sumber : http://ahlussunnahkarawang.com/?p=1023

▪▪◾◾◼◼◾◾▪▪

📚 Majmu'ah Riyadhus Salafiyyin
🌏 *Join Channel Telegram :*
▶️ http://bit.ly/Riyadhussalafiyyin
▶️ https://tlgrm.me/Riyadhussalafiyyin

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK