BAI'AT BID'AH JAMA'AH IKHWANUL MUSLIMIN

Salafymedia.com:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Bai’at Bid’ah dikalangan Hizbiyah*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣

❌ *Bai’at jamaah Al-Ikhwanul Muslimun (IM).*
_Di dalam jamaah Al-Ikhwanul Muslimun, bai’at sudah ditetapkan oleh pemimpinnya semenjak berdirinya, yakni Hasan Al-Banna._ *Dalam salah satu tulisannya, Hasan Al-Banna menjelaskan tentang bai’at dalam jamaahnya, “Wahai saudara-saudara yang jujur, rukun bai’at kami ada sepuluh maka hafalkanlah: Pemahaman, ikhlas, beramal, berjihad, berkorban, ketaatan, teguh, jernihkan pemikiran, persaudaraan, dan kepercayaan.” (Rasa’il Hasan Al-Banna, jilid 1/1-2)*
_Tatkala menjelaskan masalah ketaatan, dia berkata: “Yang saya maksudkan dengan ‘ketaatan’ adalah melaksanakan perintah dan menjalankannya sendirian, baik di saat sulit atau mudah, di saat semangat ataupun terpaksa.” (Rasa’il Hasan Al-Banna, jilid 1/7)_
_*Dia menyebutkan tiga tahapan: ta’rif, takwin, dan tanfidz. Lalu dia menjelaskan tahapan kedua takwin dengan mengatakan, “Aturan dakwah pada tahapan ini adalah Sufi yang murni dalam hal rohaninya dan ketentaraan murni dari sisi amalannya. Dan syiar kedua perkara ini adalah ‘perintah dan taat’ tanpa disertai keraguan, waswas, dan rasa berat.” (Rasa’il Hasan Al-Banna, 1/7)*_

▪ *Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi Rohimahullah mengomentari bai’at Al-Ikhwanul Muslimun ini:*
_“Kritikan saya terhadap bai’at ini dari beberapa sisi:_

❌ *Pertama: Bai’at merupakan hak penguasa tertinggi.* _Barangsiapa yang mengambil bai’at bukan pada penguasa tertinggi, sungguh dia telah berbuat bid’ah yang tercela di dalam agama._

❌ *Kedua: Tidak diketahui bahwa para pengemban dakwah mengambil bai’at atas dakwah mereka.* _Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rohimahullah telah menegakkan dakwah di abad ke-12 hijriah di Najd, namun beliau tidak pernah mengambil bai’at dari siapapun untuk taat kepadanya._ *Hanya saja Allah memberi berkah dalam dakwahnya.*

*Demikian pula Asy-Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Qar’awi ketika menegakkan dakwah di jalan Allah di Kerajaan Arab Saudi bagian selatan. Beliau tidak pernah mengatakan kepada seseorang bahwa dia ingin mengikatnya dengan bai’at dalam dakwahnya.* _Namun Allah tetap memberi berkah dalam dakwahnya. Sebelum mereka, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahullah, tidak pernah mengambil bai’at dari siapapun dan Allah senantiasa memberkahi dakwahnya._

❌ *Ketiga: Bai’at Nabi Sholallohu 'alaihi Wasallam kepada para sahabatnya lebih sedikit dari apa yang disebutkan Al-Banna.* _Dalam hadits Ibnu ‘Umar Rodhiyallohu 'anhu disebutkan:_
_*“Kami membai’at Rasulullah untuk senantiasa mendengar dan taat, sebatas kemampuan kalian.” ini bagian dari sepuluh rukun yang disebutkan. Manakah dalil atas rukun-rukun lainnya?*_

❌ *Keempat: Dia menjadikan bentuk ketaatan pada tahapan kedua dari tiga tahapan dakwah yang dia ada-adakan sebagai ketaatan militer yang harus dijalankan, baik perintah itu salah atau benar, batil atau haq.* _Padahal Nabi membai’at para sahabatnya untuk mendengar dan taat dan berkata “Sesuai kemampuan kalian.”_
*(Dinukil dengan ringkas dari kitab Al-Maurid Al-Adzb Az-Zulal, karya Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Rohimahullah, hal. 214-217)*

▶ *Bersambung...*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
▪ *Sumber,*  _*Asy Syariah Edisi 056 19 November 2011 (ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal hafizhohullah) asysyariah.com*_
👉🏿 *Join telegram* 👇🏾
🔵 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 www.salafymedia.com
📡 *Publikasi:*
📚 *WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK