KOMPLOTAN GESTAPU/PKI vs JENDRAL SUHARTO RAHIMAHULLAH

Tukpencarialhaq:
💥BUNG KARNO & KOMPLOTAN GESTAPU/PKI (SEMPAT) YAKIN G-30-S/PKI MENANG💥
(Jenderal Suharto vs Bung Karno-Gestapu/PKI)

⭐Sikap Cerdas Kepala Jenderal Suharto rahimahullah yang tidak diduga Bung Karno-Gestapu/PKI

Setelah para Jenderal pucuk pimpinan Angkatan Darat diculik dan dibunuh dan dengan itu komplotan Gestapu/PKI mengalami euforia kegirangan/keyakinan telah menguasai NKRI, tanpa diduga dan dinyana ternyata Jenderal Suharto segera mengambil alih pimpinan komando Angkatan Darat (yang tentu saja tidak meminta ijin Bung Karno) dan bersama kekuatan inti baret merah/KOSTRAD mengadakan konsolidasi dan melakukan serangan balasan......

Dalam menghadapi persekongkolan gerakan kudeta tersebut Jenderal Suharto melangkah dan bergerak dengan suatu ketelitian ketepatgunaan dalam bersikap dan bertindak. Beliau berhasil mencegah suatu situasi negara yang sangat berbahaya dari upaya Komunis untuk menguasai negara atau keadaan yang bisa mengarah pada perang saudara yang sangat berdarah.

Suatu sikap "keras kepala" yang membuat Bung Karno marah (yang pada akhirnya langkah taktis dan cerdas Jenderal Suharto rahimahullah tersebut telah membuyarkan total cita-cita revolusi sosialisnya bersama Gestapu/PKI).

Kenapa Bung Karno marah?

Pembaca rahimakumullah,  pada edisi sebelumnya telah kita paparkan pernyataan mantan ajudan Bung Karno (Kolonel KKO Bambang Widjanarko) bagaimana sikap puas Bung Karno tatkala diberi laporan oleh Brigjen Supardjo bahwa tugas yang dibebankan kepadanya telah berhasil dilaksanakan yang menggambarkan sikap optimisme bahwa komplotan ini telah berhasil menguasai ibukota dan membersihkan para Jenderal pucuk pimpinan AD.

✒18......A. Bekas Brigdjen SUPARDJO telah melaporkan kepada Bung KARNO bahwa tugas jang dibebankan kepadanja untuk mengambil tindakan terhadap Djenderal² AD telah dilaksanakan.
Djenderal jang telah berhasil diambil dari rumahnja adalah: 1. Djenderal YANI 2. Djenderal PARMAN 3. Djenderal HARJONO 4. Djenderal SUTOJO 5. Djenderal SUPRAPTO 6. Djenderal PANDJAITAN, sedangkan Djenderal NASUTION jang djuga didjadikan sasaran telah lolos.

B. Bung KARNO menganggap dan memperlakukan bekas Brigdjen SUPARDJO sebagai komandan jang memimpin tindakan gerakan pembersihan dan rupanja telah mengetahui sebelumnja bahwa bekas Brigdjen SUPARDJO itulah pelaksana utamanja.

C. Sewaktu dan setelah menerima laporan dari bekas Brigdjen SUPARDJO, Bung KARNO kelihatan tevreden (puas), sambil menepuk-nepuk bahu  SUPARDJO ia berkata: "Ja hebt gedaan (Anda lakukan dengan baik).  KENAPA NASUTION KOK LOLOS".

D. Jang turut menjaksikan dan mendengar laporan SUPARDJO itu adalah: OMAR DANI, Brigdjen SABUR, Kolonel SAELAN, AKBP MANGIL, Brigdjen SOENARJO, SUPARTO.

http://tukpencarialhaq.com/wp-content/uploads/2016/08/Bekas-Brigdjen-SUPARDJO-telah-melaporkan-kepada-Bung-KARNO-01.jpg
http://tukpencarialhaq.com/wp-content/uploads/2016/08/Bekas-Brigdjen-SUPARDJO-telah-melaporkan-kepada-Bung-KARNO-02.jpg
Gambar 1. Brigjend Supardjo melaporkan hasil penculikan/pembunuhan terhadap para Jenderal AD

(02)
Selanjutnya simak dokumen berita acara pemeriksaan Teperpu terhadap Kolonel KKO Bambang Widjanarko berikutnya:

👓24. Apakah sdr. masih ingat bahwa pada tanggal 1 Oktober 1965 telah mendapat perintah untuk memanggil Djenderal PRANOTO untuk datang ke Halim. Bila sdr. masih ingat supaja sdr. djelaskan tentang:
A. Siapakah jang memerintahkan sdr. untuk memanggil Djenderal PRANOTO agar datang di Halim dan apakah sebab²nja.
B. Dimanakah sdr.  telah bertemu dengan Djenderal PRANOTO dan apakah jang telah sdr. sampaikan kepada Djenderal PRANOTO pada waktu itu.

✒24. Saja masih ingat kejadian tanggal 1 Oktober itu:
A. Jang memerintahkan saja untuk memanggil Djenderal PRANOTO supaja segera menghadap Bung Karno karena ditundjuk untuk memegang pimpinan Angkatan Darat, adalah Djenderal SABUR. Selandjutnja Djenderal SABUR memberi pendjelasan bahwa oleh Bung Karno, Djenderal PRANOTO dianggap seorang Djenderal jang berpandangan madju/progressip.

B. Saja tidak bertemu sama Djenderal PRANOTO sendiri, saja pergi ke KOSTRAD dan laporan kepada Djenderal SOEHARTO bahwa saja diperintahkan oleh Bung Karno untuk memanggil Djenderal PRANOTO (+- djam 19.00).
Djenderal SOEHARTO menanjakan pada saja, "Dimana Bapak sekarang berada?" Saja djawab "Di Halim". Selandjutnja Djenderal SOEHARTO berkata pada saja:
- sampaikan Bapak bahwa Djenderal PRANOTO tidak dapat menghadap.
- untuk sementara pimpinan Angkatan Darat dipegang oleh saja (Djenderal SOEHARTO); karena itu segala instruksi² supaja disampaikan lewat saja.
- Bambang, usahakan agar Bapak keluar dari Halim".

Setelah itu saja meninggalkan KOSTRAD kembali ke Halim menjampaikan laporan pada Bung Karno (+- djam 20.00)

📷
Gambar 2. Kolonel KKO Bambang Widjanarko mendapat jawaban dan pesan tegas dari Jenderal Suharto terkait perintah Bung Karno dari Halim (yang menjadi area Central Komando G-30-S/PKI)

👓24. Setelah sdr.  kembali dari KOSTRAD untuk menemui Djenderal SUHARTO atas perintah Bung KARNO untuk memanggil antara lain Djenderal PRANOTO, Pak HARTO telah berpesan kepada Bung KARNO lewat sdr. antara lain "bahwa pimpinan AD berada pada Pak HARTO" ditambah dengan saran MEN/PANGAL Laksamana alm. R.E. MARTADINATA (djawaban sdr. no.21), mengapa Bung KARNO pada waktu itu tidak lantas berhubungan dengan Djenderal SUHARTO?

✒24.
A. Dari semula, Bung KARNO telah mencurigai semua kekuatan AD adalah pro Dewan Djenderal dan anti Bung KARNO. Berdasarkan laporan² dari SUPARDJO pasukan² AD dibawah KOSTRAD cq dpb Djenderal HARTO itulah yang menentang G-30-S/PKI.
Karena Bung Karno lebih tjondong pada G-30-S/PKI maka Bung KARNO mulai pagi hari tidak mau berhubungan dengan KOSTRAD c.q. Djenderal SUHARTO.

B. Setelah saja laporan pada malam hari, 1 Oktober 1965, dan menjampaikan pesan Djenderal SUHARTO bahwa pimpinan Angkatan Darat untuk sementara waktu itu diambil oper oleh Djenderal SUHARTO, Bung KARNO mendjadi marah🔥👈. Rentjana Bung KARNO adalah menundjuk Djenderal PRANOTO jang djadi care-taker pimpinan AD.
Karena tidak setudju dengan SUHARTO inilah maka djuga setelah itu/malam itu Bung KARNO tidak mau berhubungan dengan Djenderal SUHARTO.

📷📷
Gambar 3. Bung Karno marah dengan langkah strategis Jenderal Suharto yang mengambil oper pimpinan AD dan melakukan langkah² nyata untuk melawan Gerakan 30 September, suatu langkah yang akhirnya membuyarkan optimisme kemenangan yang telah nampak di pelupuk matanya.

(03)
⭐ (Bung Karno & Gestapu/PKI sepakat Memilih Jenderal Pranoto sebagai Care-taker Pimpinan AD)

👓25. Berikan pendjelasan atau pengetahuan sdr., apakah Bung KARNO pada tanggal 1 Oktober 1965 di Halim telah mengetahui bahwa tokoh² atau pimpinan PKI, pada waktu itu telah berada di Halim dan turut mengendalikan gerakan G-30-S/PKI.
Bila benar demikian dengan djalan apa dari siapakah Bung KARNO mengetahui hal tersebut.

✒25.
A. Menurut saja, Bung KARNO pasti sudah mengetahui adanja tokoh² PKI berada di Halim sewaktu tanggal 1 Oktober 1965. Bung KARNO berada di KO-OPS ataupun di rumah Komodor SUSANTO di Halim. Adanja tokoh² PKI tersebut dilaporkan oleh SUPARDJO jang pada hari itu berkali-kali menghadap/menghubungi Bung KARNO.
Djuga sewaktu siang hari tatkala dibitjarakan pentjalonan care-taker pimpinan AD, SUPARDJO telah menghubungi tokoh² PKI yasng achirnja memberitahukan Bung KARNO bahwa pimpinan G-30-S/PKI mentjalonkan Djenderal PRANOTO.

B. Pada keesokan harinja, 2 Oktober 1965, di istana Bogor dengan positif kami baru mengetahui bahwa kemarinnja, tanggal 1 Oktober 1965 AIDIT berada di Halim dan AIDIT meninggalkan Halim dengan pesawat Dakota menudju Djogja pada tengah malam. Hal ini kami ketahui setelah Bung KARNO memanggil OMAR DANI dan ternjata tidak ada di Djakarta dan telahbterbang dengan pesawat Hercules pada tengah malam itu djuga. Laporan² tentang hal ini saja dengar dari Kolonel KARDJONO, Adjudan Presiden dari A.U.

👓26. Apakah Bung KARNO pada yanggal 1 Oktober 1965, telah mempunjai kejakinan atau perhitungan bahwa Gerakan G-30-S/PKI akan berhasil/menang. Bila benar demikian atas dasar apa Bung KARNO mempunyai kejakinan atau perhitungan tersebut?

✒26. Pada tanggal 1 Oktober 1965, pagi sampai siang/sore hari Bung KARNO mempunjai kejakinan/perhitungan bahwa G-30-S/PKI akan berhasil/menang.
Hal ini disebabkan:
A. - Bung KARNO telah mendapat laporan² (sebelum 1 Oktober 1965) bahwa banjak Djenderal² A.D. jang tetap loyal padanja;
    - Bung KARNO mendapat laporan dari SUPARDJO bahwa telah ada tjukup pasukan jang akan mendukungja.
    - Bung KARNO mendapat laporan dan djanji dukungan dari OMAR DANI bahwa seluruh AURI berada di belakangnja.(@) (@) Inilah makar Omar Dani bersama beberapa oknumnya yang pro-PKI (seperti juga yang terjadi pada AD) dalam upayanya menjerumuskan TNI AU ke  dalam Gestapu/PKI dengan menyalahgunakan jabatannya sebagai Men Pangau. Pada kenyataannya para personel TNI AU juga ikut aktif dalam operasi penumpasan PKI dan penangkapan para gembongnya walau pucuk pimpinannya memilih bersama komplotan PKI.

B. - Bung KARNO mengetahui dengan pasti bahkan mengandalkan cq. kerdja sama dengan PKI, bahwa PKI dengan kekuatan organisasi dan massanja akan mendukungnja.

C. - Pada tanggal 1 Oktober 1965 pagi Bung KARNO menerima laporan dari SUPARDJO bahwa tugas pentjulikan/pembunuhan Djenderal² telah dikerdjakan dengan baik, 👉👉🔥jang menurut perhitungan Bung KARNO Angkatan Darat pasti akan lemah cq. kehilangan pimpinan. 🔥🔥👈👈
    - Dari Djenderal SABUR Bung KARNO menerima laporan bahwa memang benar pasukan²nja SUPARDJO, Jon 328, Jon 454, Jon 530, serta MEN/Tjakrabirawa sudah dapat menguasai kota dan instalasi² penting, jang berarti seluruh ibukota sudah di tangan G-30-S/PKI.
    - Di Halim baik menurut OMAR DANI maupun jang dilihat oleh Bung KARNO sendiri, seluruh AURI telah siap membantu G-30-S/PKI,  antara lain: siapnja pesawat² tempur dan siapnja pasukan² P.G.T.

D. - 👉👉🔥🔥Dari semua jang tersebut di atas itu dengan ditambah dengan dasar keinginan/niat Bung KARNO sendiri untuk menjingkirkan Djenderal² AD maka Bung KARNO mempunjai keyakinan atas kemenangan G-30-S/PKI.🔥🔥👈👈

📷📷
Gambar 4. Bung KARNO mempunyai keyakinan atas kemenangan G-30-S/PKI sampai kemudian sikap "keras (baca: cerdas) kepala" Jenderal Suharto membuyarkan kemenangan komplotan "ndandani revolusi" PKI yang telah nampak di depan pelupuk mata Bung Karno.

(04)
⭐Persiapan KOSTRAD untuk Menghancurkan Komplotan Pemberontak PKI & "Pesan" Kepada Bung Karno untuk Segera Meninggalkan Halim (area Kompleks Central Komando G-30-S/PKI)

👓31. Kepada sdr.  oleh Djenderal Suharto pada tanggal 1 Oktober 1965, telah disuruh beritahukan kepada Bung Karno yang ketika itu berada di Halim, supaja Bung Karno segera keluar dari Halim, karena Halim akan digempur oleh Kostrad, maka menurut sdr. kekuatan mana jang di Halim jang akan dihantjurkan itu?

✒31. Perlu saja djelaskan bahwa sewaktu saja menghadap Djenderal Suharto di Kostrad pada tanggal 1 Oktober 1965 malam hari, Djenderal Suharto tidak memerintahkan saja supaja memberitahukan Bung Karno agar Bung Karno segera meninggalkan Halim. Djuga Djenderal Suharto tidak mengatakan bahwa akan segera menggempur Halim.

Kedjadian jang benar adalah sebagai berikut:
A. Sewaktu saja menghadap Djenderal Suharto dan melalorkan bahwa saja diperintah Bung Karno untuk memanggil Djenderal Pranoto, waktu itu Djenderal Suharto mengatakan kepada saja:
(1) Untuk sementara pimpinan AD saja ambil oper. Segala instruksi² dari Bapak (Bung Karno) harap disampaikan lewat saja.
(2) Djenderal Pranoto tidak dapat menghadap Bapak (Bung Karno).
(3) Ditudjukan pada saja pribadi: "Bambang, usahakan agar Bapak (Bung Karno) segera keluar dari Halim.

Utjapan no. (1) dan (2) tersebut di atas itulah jang harus saja sampaikan kepada Bung Karno. Sedangkan jang no. (3) saja anggap perintah Djenderal Suharto kepada saja jang harus saja kerdjakan.

B.
(1) Sebelum saja tiba dihadapan Djenderal Suharto di Kostrad malam itu, saja telah melihat kesibukan² pasukan² (infanteri, kavaleri) di sekitar Kostrad. Djuga saja melihat pasukan RPKAD jang sedang bergerak ke arah Djl. Merdeka Selatan/Barat.
Di dalam Markas Kostrad saja melihat Djenderal Nasution dan Pati² AD lain. Djuga saja melihat kedatangan Laksamana R.E. Martadinata menghadap Djenderal Suharto.
Suasana sewaktu saja menghadap Djenderal Suharto itu (di ruang tengah Kostrad) adalah ramai, banjak perwira² jang hadlir. Saja mendengar banjak pembitjacaraan/diskusi antara mereka. Diantaranja saja dengan Djenderal Nasution berkata: "Hang penting Semarang bagi kita adalah segera mengembalikan keamanan. Ini berarti tindakan militer. 
Mengenai penjelesaian politik last maar a an de oude Heer over.

📷
Gambar 5. 1 Oktober 1965 malam, Jenderal Nasution dan kesibukan di markas Kostrad, luka pada kaki beliau dirawat setelah berhasil meloloskan diri dari sergapan dan kepungan komplotan PKI

(2) Sewaktu saja meninggalkan Kostrad dan kembali ke Halim melalui Djl. Prapatan, Senen, Tjempaka Putih, By Pass dan achirnja Halim, di Djl. Djakarta Bypass sebelah selatan lapangan golf Rawamangun saja melihat dan melewati pasukan² tentara jang berada di dalam kendaraan truck. Waktu saja perhatikan pasukan itu adalah pasukan jang saja lihat pagi harinja di sekitar istana, dengan tanda halsdoek warna hidjau-kuning.

C. Dari semua jang saja lihat dan saja dengar tersebut:
- adanja kesiapan dan gerakan pasukan Kostrad;
- berkumpulnja pimpinan² ABRI di Kostrad dan membitjarakan tentang tjara mengatasi situasi;
- utjapan Djenderal Nasution (MENKO HANKAM) jang menghendaki agar segera diambil tindakan militer;
- utjapan Djenderal Suharto jang kelihatan marah terhadap statemen AURI jang dikeluarkan hari itu;

📷
Gambar 6. Pernyataan Omar Dani, dukungan terhadap Gerakan PKI untuk membersihkan para Jenderal dan menuding mereka sebagai anasir² subversif CIA

- adanja pasukan G-30-S/PKI jang telah mundur ke arah Halim;
- berkumpulnja tokoh² Omar Dani dan Supardjo (jang pro G-30-S/PKI) di Halim;
-perintah Djenderal Suharto kepada saja agar/berusaha membawa B.K. keluar dari Halim.

(05)
D. Setelah saja tiba di Halim dan melaporkan pada Bung Karno bahwa Djenderal Suharto mengambil oper pimpinan AD dan Djenderal Pranoto tidak dapat menghadap, saja terus minta pada Bung Karno agar mau segera meninggalkan Halim karena menurut saja Halim waktu itu akan segera diserang/digempur oleh Kostrad.  Saja jelaskan kepada Bung Karno tentang kesiapan²/gerakan pasukan Kostrad dan telah mundurnja pasukan G-30-S/PKI.
Reaksi Bung Karno atas pesan Djenderal Suharto tersebut adalah Bung Karno mendjadi marah². Bung Karno tidak setuju bahwa Djenderal Suharto mengambil oper pimpinan AD. Hsl ini tenyunja karena Bung Karno telah menganggap bahwa semua kekuatan yang ada di Kostrad, termasuk Djenderal Suharto, adalah pro Dewan Djenderal, jang berarti tidak sefaham dengan Bung Karno.

Djuga Bung Karno mendjadi marah karena perintahnja (sebagai Presiden/Pangti) untuk memanggil Djenderal Pranoto telah ditolak oleh Djenderal Suharto.
Djelas kelihatan bahwa Bung Karno merasa kesal/ketjewa akan kegagalan mengangkat Djenderal Pranoto sebagai cae-taker AD.

Atas permintaan saja agar Bung Karno meninggalkan Halim, terlihat sikap Bung Karno jang akan menerima saran saja tadi setelah saja djelaskan tentang pasti akan berhasilnja Kostrad menjerang Halim.
Pada saat inilah Omar Dani mengatakan pada Bung Karno bahwa pesawat terbang telah siap untuk take off sewaktu² untuk membawa Bung Karno ke Djogja atau Madiun.

Pada saat itu sebelum pertemuan/pembitjaraan selesai dan diambil keputusan telah datang Dewi jang menjebabkan pertemuan praktis terhenti. Kesempatan ini saja gunakan untuk menarik Pak Leimena dan menerangkan betapa seriusnja keadaan, djuga bersama Saelan dan Mangil kami siapkan kendaraan mobil untuk membawa Bung Karno keluar dari Halim.

E. Semendjak saat itu saja telah mengetahui bahwa semua kekuatan G-30-S/PKI jang berada di Halim akan dihantjurkan oleh Kostrad.

📷📷
Gambar 7. Kekalahan PKI,  kekalahan Bung Karno

Setelah RPKAD dan Kostrad dengan dukungan pasukan TNI lainnya dibawah komando Jenderal Suharto telah berhasil menguasai kembali fasilitas² vital yang sebelumnya dikuasai G-30-S/PKI dan berhasil memukul pasukan yang pro PKI serta menangkapi para Pemuda Rakyat yang dipersenjatai sehingga praktis ibukota telah bisa dikendalikan oleh AD maka Jenderal Suharto menulis surat kepada Bung Karno dengan perpaduan kalimat antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa halus dan kesiapan beliau untuk dimarahi (dan memang langkah² taktis, strategis Jenderal Suharto dalam menghancurkan kekuatan inti PKI yang dimulai dengan sikap beliau untuk mengambil alih pimpinan AD benar² telah membuat marah Sang Pemimpin Besar Revolusi) sehebat apapun. Suatu gambaran isi surat yang secara tersirat menunjukkan posisi dan sikap yang berlawanan antara Jenderal Suharto (yang mewakili kekuatan Angkatan Darat anti Komunis) di satu sisi dengan Bung Karno dan kekuatan Gerakan pemberontak PKI di pihak lawannya.

(06)
Berikut salinan tulisan tangan Jenderal Suharto Yang bertanggal 2 Oktober 1965 setelah kekuatan pemberontak PKI berhasil dilumpuhkan:

KOMANDO OPERASI TERTINGGI
KOMANDO MANGGALA SIAGA

Bapak Presiden

Berkah bapak situasi dapat kami kuasai. Usaha kami dengan rekan² selalu menjauhkan pertumpahan darah dapat berhasil pula. Laporan lengkap akan segere kami sampaikan. Nyuwun dawuh lan njadong deduko bilo saja bertindak lantjang.(1)

(Na'am,  "kelancangan" yang dengannya Allah Subhanahu wa Ta'ala lindung negeri ini dan bangsa ini dari cengkeraman kekuasaan komunis dan komplotannya. Jenderal Suharto....rahimahullah.)

Anakda.
S. Harto
021065

📷
Gambar 8. Surat tulisan tangan Jenderal Suharto kepada Bung Karno dengan tetap penuh kerendahan hati dan kesopanan ala Jawa berupa berita "sedih" tentang kemenangan TNI dalam menghancurkan kekuatan pemberontak PKI dan kesiapan Jenderal Suharto untuk pasrah dimarahi (apa pengaruhnya kemarahan Bung Karno setelah kekuatan Gestapu dikalahkan?!)

Surat di atas menunjukkan betapa Presiden dan PKI di satu sisi dalam posisi yang berhadapan dengan kekuatan anti komunis,  TNI dalam hal ini diwakili oleh sosok Jenderal Suharto yang menurut Bung Karno keras (baca:cerdas) kepala. Sekali lagi, gagal dan hancurlah upaya komplotan marxisme komunisme untuk mengKomuniskan Indonesia. Walhamdulillah.

📷
Gambar 9. Bung Karno: "Karena itupun saja tanpa tedeng aling², jo PKI kene dulurku, kene dulurku, jo sanak jo kadang jen mati aku sing kelangan (tanpa basa-basi, ya PKI ini saudaraku, ini saudaraku, ya sanak ya saudara kalau mati saya yang kehilangan)."

✒👣 Catatan Kaki
(1) Mohon diberi petunjuk dan pasrah sepenuhnya untuk dimarahi bila saja bertindak lancang (Jawa halus)

🔆👣🔆👣🔆👣🔆👣🔆
⚔🛡Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
📇 Klik ➡JOIN⬅ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK