MENGENAL ULAMA DAKWAH SALAFIYAH

Salafymedia.com:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Mengenal Ulama Dakwah Salafiyah*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Bagian ke 5⃣

*Di antara ulama dakwah salafiyah masa kini adalah Syaikh al-‘Allamah ‘Ubaid bin Sulaiman Al-Jabiri hafizhahullah*
_*Beliau adalah sosok alim besar kota Madinah, tokoh dakwah salafiyah yang masyhur dengan uraian-uraian yang jelas, padat, singkat, dengan klasifikasi penggambaran masalah yang menyeluruh dan tepat.*_

_Orang yang duduk dengan beliau akan merasakan nyaman, senang, dan betah walaupun masih seorang pemula dalam mencari ilmu, bahkan awam sekalipun. Sebab, majelisnya penuh dengan faedah-faedah ilmiah dan amaliah, diselingi oleh candaan ringan yang menyegarkan suasana._

*Beliau menjadi momok yang menghantui hizbiyin karena bantahan-bantahan beliau yang tegas dan ilmiah terhadap syubhat mereka.*

*Beliau bersama ulama dakwah salafiyah lainnya, semisal pembawa bendera al-jarh wat ta’dil masa ini al-’Allamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah, asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah, dan Fadhilatus Syaikh Abdullah bin Abdir Rahim al-Bukhari hafizhahullah, serta Samahatus Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah, dan yang lainnya, tampil dengan gagah perkasa, gigih, dan tabah menyuarakan al-haq di tengah-tengah gelombang penyimpangan dan kesesatan yang sedang digelembungkan oleh hizbiyun dan para pengaku salaf.*

_Satu persatu fitnah yang dimunculkan dapat dipatahkan, diredam, dan dibantah oleh mereka, dengan taufik serta pertolongan Allah ‘azza wa jalla._ *Dimulai dari fitnah ‘Adnan ‘Ar’ur, lalu Muhammad al-Maghrawi, kemudian Abul Hasan al-Mishri al-Ma’ribi, diteruskan oleh fitnah al-Halabi, dan disambung oleh gemuruh fitnah Hajawirah (pengikut Hajuri).*

*Fitnah-fitnah yang menerjang dakwah salafiyah ini, walhamdulillah, dihadapi oleh ulama besar dengan sabar, hikmah, tegar, tabah, dan kokoh, bagaikan gunung tinggi menjulang tak tergoyahkan.*

_*Mereka dan ulama dakwah salafiyah lain di seluruh penjuru dunia menjadi rujukan umat, terkhusus salafiyin dalam segala problem yang ada.*_

*Barang siapa mencintai, menghormati, dan memuliakan mereka secara tulus dan syar’i, dia adalah Ahlus Sunnah. Sebaliknya, siapa mencela, membenci, dan merendahkan mereka, berarti dia adalah pengikut hawa nafsu. Wallahul Muwaffiq.*

*Ulama Salaf, Rujukan Umat*

_*Secara syar’i, para ulama salaf, ulama dakwah salafiyah pada tiap generasi adalah tempat rujukan bagi umat. Allah ‘azza wa jalla berfirman,*_

_“Maka bertanyalah kepada orang yang punya ilmu bila kamu tidak mengetahui.” (an-Nahl: 43 dan al-Anbiya: 7)_

*Mereka adalah tempat meminta fatwa, bimbingan, dan arahan. Umat mengambil ilmu dan pemahaman agama dari mereka. Di meja merekalah diletakkan semua persoalan dan problem umat.*

_*Inilah pelajaran adab yang Allah ‘azza wa jalla sebutkan dalam firman-Nya,*_

_“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka lalu menyiarkannya, jika mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka (rasul & ulil amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepadamu tentulah kamu mengikuti setan kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).” (an-Nisa’: 83)_

*Ibnu Hazm al-Andalusi rahimahullah menasihatkan dalam risalahnya, Mudawatun Nufus, sebagaimana dalam Majmu’ Rasail Ibnu Hazm (hlm. 411),* _“Apabila engkau menghadiri majelis ilmu, engkau harus hadir sebagai orang yang ingin menambah ilmu dan pahala, bukan orang yang merasa cukup dengan ilmu yang ada padanya, orang yang mencari ketergelinciran (alim) yang hendak engkau jelekkan atau keganjilan (pendapat alim) yang hendak engkau sebar luaskan. Sebab, ini adalah perbuatan orang-orang rendah, yang selamanya tidak akan beruntung, pada seorang alim.”_

*Ibrahim bin Abi ‘Ablah rahimahullah menyatakan,* _“Barang siapa membawa ilmu-ilmu yang syadz (ganjil), dia telahmemikul kejelekan yang sangat banyak.” (Siyar ‘Alamin Nubala, 6/324)_

*Al-Imam adz-Dzahabi rahimahullah juga menegaskan,* _“Barang siapa mencari-cari rukhshah (keringanan)

dari beragam mazhab dan ketergelinciran ahli ijtihad, berarti telah tipis/rapuh agamanya.” (as-Siyar 8/90)_

*Termasuk talbis (upaya pengaburan) yang dilakukan hizbiyin adalah mereka berdalil dengan ucapan para ulama untuk membenarkan kaidah-kaidah mereka yang batil.*

_*Syaikhul Islam rahimahullah tatkala menjelaskan ahlu bid’ah berkata, “Mereka terkadang mendapati kalimat-kalimat mujmal (yang global/tidak jelas) dari ucapan sebagian ulama, lalu mereka bawa pada makna yang rusak. Ini seperti yang dilakukan oleh Nasrani tentang yang dinukil kepada mereka dari para nabi, akhirnya mereka mengikuti yang samar (mutasyabih).” (Majmu’ Fatawa 2/374)*_

*Di antara trik yang dilakukan hizbiyin dalam melegalkan dan menguatkan penyimpangan mereka adalah menggambarkan kebenaran manhaj mereka yang menyimpang kepada alim yang tidak atau kurang mengetahui keadaan mereka sesungguhnya. Setelah mendapatkan tazkiyah atau ucapan-ucapan yang sekiranya memihak mereka dari alim tersebut, mereka pun menggunakannya untuk menghadapi ulama yang tahu keadaan mereka dan telah membongkar penyimpangan-penyimpangan mereka. Dengan cara seperti ini, banyak kalangan muslimin bahkan salafiyin tertipu oleh mereka.*

_*Wallahul Musta’an wa ’alaihit tiklan.*_

⏺ Selesai...
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Sumber,* _*Asy Syariah Edisi 098, 20 Juni 2015 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin Hafizhohullohu. asysyariah.com*_
🔵 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 www.salafymedia.com
📡 *Publikasi:*
📚  *WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK