Langsung ke konten utama

SYARAT BOLEHNYA MEMBAWA ANAK-ANAK KE MASJID UNTUK SHOLAT

✋🏻⚠🕌📛 SYARAT BOLEHNYA MEMBAWA ANAK-ANAK KE MASJID UNTUK SHOLAT

✍🏻 Berkata asy-Syaikh Doktor ‘Ali bin Yahya al-Hadadi hafizhahullah:

✋🏻 Telah datang ketetapan-ketetapan para imam (‘ulama) yang menjelaskan berbagai ketentuan dan syarat yang membolehkan seseorang itu membawa serta anak-anaknya ke masjid.
Kapan terkumpul syarat-syarat tersebut, maka boleh menghadirkan mereka (ke masjid). Dan kapan syarat-syarat tersebut hilang, maka menghadirkan mereka lebih dekat kepada dosa dari pada pahala. Di antara syarat dan ketentuan tersebut:

🔵 Anak itu sudah genap berusia tujuh tahun. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam: “Perintahkan anak-anakmu mengerjakan shalat pada usia tujuh tahun.”

⚠ Karena sebelum genap tujuh tahun merupakan usia yang diprediksi kuat timbulnya senda gurau dan gangguan darinya. Sehingga jangan dibawa ke masjid kecuali karena ada udzur seperti keadaannya yang mengkhawatirkan seandainya ditinggal dirumah.

🔵 Di antaranya juga: anak yang berusia tujuh tahun tersebut bukanlah anak yang suka mengganggu ketika di masjid. Seandainya ditakdirkan dan muncul gangguan darinya, sedang ia dilarang, maka ia meninggalkan gangguannya tersebut lalu dengan sungguh-sungguh menetapi adab, penghormatan, dan pemuliaan terhadap masjid serta jama’ahnya.

✊🏻 Sungguh para ‘ulama sudah mengetahui bahwa wanita (shahabiyah) terkadang mengerjakan shalat dengan membawa anaknya, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam pernah mengerjakan shalat sambil membawa Umamah putri dari anak perempuan beliau, sedang al-Hasan dan al-Husein pernah menaiki (punggung) beliau ketika beliau di dalam shalatnya, akan tetapi dari nash-nash ini mereka tidak memahami adanya kebolehan dan izin secara mutlak (untuk membawa mereka ke masjid) berdasarkan penggabungan dan kesesuaian antara dalil-dalil yang ada.

💥 Di antara ucapan mereka dalam bab ini ialah ucapan Malik rahimahullah – beliau pernah ditanya tentang anak-anak kecil: apakah mereka dibawa ke masjid? Beliau menjawab: “Apabila anak itu tidak bersenda gurau karena usianya yang masih kecil dan mau berhenti apabila dilarang, maka saya tidak memandang adanya masalah.” Beliau berkata: “Namun bila dia bersenda gurau karena usianya yang masih kecil, maka saya tidak memandang untuk dibawa ke masjid.”

📢 Ahmad rahimahullah berkata: 👉🏻“Sudah sepantasnya untuk menjauhkan anak-anak kecil dari masjid.”👈🏻

📢 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Masjid itu dijaga dari segala sesuatu yang dapat mengganggunya dan mengganggu orang-orang yang shalat di dalamnya, hingga menghilangkan suara (gaduh) anak-anak di dalamnya. Demikian juga sampah/kotoran mereka karena mengelilingi masjid dan lain sebagainya. Terlebih ketika waktu shalat, karena gangguan ketika itu termasuk di antara kemungkaran yang besar.”

📑 Telah datang di dalam Fatawa al-Lajnah ad-Daimah yang diketuai oleh asy-Syaikh Ibn Baz rahimahullah: “Membawa serta anak-anak kecil bersama ayah atau ibunya ke masjid, apabila dikhawatirkan keadaan mereka (bila ditinggal di rumah) maka tidak mengapa karena ini ada pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Akan tetapi wajib untuk menguasai mereka supaya tidak bermain-main di masjid dan tidak mengganggu orang-orang yang sedang shalat. Dan siapa di antara mereka yang sudah menginjak usia tujuh tahun atau lebih, maka diperintahkan berwudhu dan shalat guna membiasakan hal itu, dan akan menjadi pahala bagi dia dan kedua orang tuanya.”

📑 Juga datang dalam jawaban yang lain: 👉🏻“Yang wajib ialah menjaga masjid dari senda gurau anak-anak dan kegaduhan mereka karena masjid-masjid itu dibangun untuk tempat beribadah.👈🏻 Siapa saja yang membawa anak-anaknya untuk membiasakan (melatih) mereka mengerjakan shalat, maka ia wajib bersemangat terhadap mereka dan membiasakan mereka untuk tidak bersenda gurau dan bermain-main di masjid atau mushhaf-mushaf yang ada di dalam masjid. Dan taufik itu hanyalah milik Allah.”

✋🏻 Inilah sebagian nukilan dari para ‘ulama yang menjelaskan bahwa kapan kehadiran anak-anak ke masjid akan menimbulkan gangguan, kegaduhan, dan pengrusakan, maka meng
hadirkan mereka (ke masjid) adalah terlarang.

💽 Dari Khutbah dengan judul “Zhahiratu ‘Abatsil Athfali fil Masajid.

📚 Sumber: Majmu’ah al Barokatu Maa Akaabirikum

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/syarat-bolehnya-membawa-anak-anak-ke-masjid-untuk-sholat/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

CIRI CIRI AD DABBAH

➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta'ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang shahih.▫Al 'allamah as Sa'dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan A…

AL JANNAH DAN SIFAT PENDUDUKNYA

✅🌴🌸 SIFAT-SIFAT AL-JANNAH, KENIKMATANNYA, DAN SIFAT PENDUDUKNYA
======================📕 Pelajaran Shohih Muslim
🔰 Kitabul-Jannah
🔘 Hadits No.1
—-------------------
✅ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Al-Jannah (surga) dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disenangi, dan An-Naar (neraka) dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu).”  (HR. Muslim No.2822)

✅ Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Ahmad (12559), (13671), (14030), At-Tirmidzi (2559), Abu Nu’aim dlm “Sifatul-Jannah” (42), dan selain mereka.

📌 Disebutkan pula dalam Shohih Al-Bukhori No. 6487 , dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh,

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

“An-Naar ditutupi dengan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Jannah ditutupi dengan perkara-perkara yang dibenci.”

〰➰〰
✅ Syarah (Penjelasan):📝📮 Makna Hadits in…

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh