Meniti Jejak Salafus Shaleh

Post Page Advertisement [Top]

ANTIKOMUNISME.COM, CIREBON. Mengirim majalah. Menembus batas birokrasi. Menyapa kawan TNI dan Polri. Mengenalkan lebih jauh dakwah tauhid dan sunnah. Kata terucap. Barisan dirapatkan. Tekad menyatu menghadang komunisme gaya baru.

Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0614 Kota Cirebon jaditrending topic. Malam itu, Ahad (17/7), warga dunia internet (netizen) dihebohkan dengan penangkapan warga negara Prancis, Romain Pierre (27). Dia ditangkap saat nekad menerobos Makodim yang tak jauh dari jalur pantura Cirebon-Jateng.

Apa gerangan membuat Si Bule dibekuk? Sampai sempat dikejar tentara Kodim. Dandim 0614 Kota Cirebon, Letkol Inf Suharma Zunam SAP MSi menjelaskan, sekitar pukul sebelas malam Romain masuk area Kodim tanpa izin. Saat dipanggil, dia lari ke arah depan pos penjagaan, lalu melompati portal gerbang masuk. “Sempat kami kejar. Setelah ditangkap, ternyata dia mengaku sedang main Pokemon Go,” katanya kepada tim tebar majalah di ruang tamu Makodim, pertengahan Syawal lalu, siang setelah malamnya terjadi penangkapan.

Selain penulis, ada Abu Abdurahman Salim, Abu Irbadh Zaenal Arifin, dan Abu Usamah Herman. Suharma menyambut baik program tebar majalah yang kami sampaikan. Dia melihatnya sebagai sinergitas antara masyarakat, alim ulama dan TNI/Polri. “Jangan salah, game Pokemon Go ini boleh jadi dibuat untuk melemahkan generasi muda bangsa ini,” ujarnya seraya mensinyalir, sangat mungkin pencipta Pokemon Go dari kalangan yang berideologi komunis.

Dia berasumsi keburukan Pokemon Go juga bisa melemahkan pertahanan negara secara langsung. “Ini zaman satelit. Informasi bergerak cepat. Tidak ada yang tahu, nanti pura-pura main Pokemon Go, lalu foto-foto gudang senjata. Bisa berbahaya sekali,” selidiknya.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya akan lebih tegas terhadap siapapun yang seenaknya masuk Makodim untuk mencari Pokemon. “Saya sudah suruh anggota siapkan palu. Kalau terbukti ada yang masuk tanpa izin cari Pokemon, jangan salahkan hapenya langsung kami hancurkan,” tegas lulusan Akmil 1998.

Suharma yang pernah bertugas dalam Pasukan Perdamaian Garuda di Lebanon menyatakan, saat ini seolah ada pembiaran terhadap generasi muda Indonesia. Anak muda lebih sibuk dengan gadget terbaru. “Menjadi asosial. Jangan-jangan nanti ada orang di dekat kita minta tolong, kita tidak tahu,” ucapnya.

Dia mengharapkan peran aktif masyarakat untuk saling peduli. Mau bergotong-royong. Bahu-membahu menjaga generasi muda dari narkoba, geng motor dan ancaman ideologi komunis gaya baru. “Saya selalu ingatkan. Termasuk saat mengisi kultum ketika tarawih keliling bersama Pak Walikota. Msyarakat, ayo kita rapatkan barisan!” tuturnya penuh semangat.

selengkapnya:
AYO KUNJUNGI‼ http://antikomunisme.com/
29 Dzulhijjah 1437 H/Sabtu, 1 Oktober 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak menggunakan emoticon dalam menulis komentar, Barakallahu fiikum.

Bottom Ad [Post Page]

| Original Designed by Colorlib | Design Retouched by AI Project