PERINGATAN BAGI PARA ISTRI DARI TINDAKAN YANG MENDATANGKAN MURKA ALLAH

ITTIBA'US SALAF:
_______
Peringatan Bagi Para Istri Dari Tindakan Yang Mendatangkan Murka Allah

Hendaknya bagi istri yang solihah untuk berhati-hati dan menjaga diri dari tindakan-tindakan yang bisa mendatangkan murka Allah dan juga mengakibatkan kegoncangan dalam berumah tangga. Berikut ini kita sebutkan perkara yang harus dihindari

1⃣ PERTAMA
Mentaati suami dalam perkara kemaksiatan kepada Allah.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa mentaati suami adalah perkara yang disyariatkan, yaitu mentaati suami dalam perkara yang ma'ruf. Dan yang dimaksud dengan ma'ruf adalah:
Segala tindakan yang diketahui bahwasanya tindakan tersebut merupakan bentuk ketaatan kepada Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, berbuat baik kepada manusia, dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh syariat serta meninggalkan segala sesuatu yang dilarang dalam syariat.

❌ Sehingga jika suami memerintahkan istri untuk melaksanakan kemaksiatan, atau menyelisihi syariat, ataupula tindakan melampaui batasan syariat maka tidak ada ketaatan kepada suami.
Dikarenakan taat kepada Allah lebih utama dan lebih didahulukan dibandingkan dengan ketaatan kepada suami, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah

«إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ»

"Sesungguhnya ketaatan itu hanya pada perkara yang ma'ruf saja,"

Dan juga sabda Rasulullah

«لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ»

"Tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam perkara kemaksiatan terhadap Kholiq (Sang Pencipta),"

Oleh karenanya seorang istri wajib mengambil jatah dia dari ilmu Syar'i ini untuk memperbaiki agamanya serta mensucikan jiwanya sehingga Syariat tersebut bisa memandu dirinya dalam melaksanakan batasan-batasan Allah yang dengannya dia tidak akan melampaui batas dalam mentaati suaminya.

2⃣ KEDUA
Menyakiti suami
Selayaknya dan merupakan kewajiban bagi seorang istri untuk menjauhkan dirinya dari menyakiti suaminya, baik itu menyakiti dengan ucapan atau tindakan. Tidak pula menyakiti mereka dalam hal kehormatan suaminya, hartanya, atau anaknya.

Janganlah seorang istri menganggap rendah suaminya, menggunjingnya, mencelanya, menyepelekan atau bahkan memberikan panggilan dan julukan yang jelek.

Jangan pula seorang istri bergaul dengan suaminya dengan cara yang dia sendiri tidak suka untuk diperlalukan sebagaimana dia memperlakukan suaminya.

⛔ Cukuplah sebagai peringatan bagi para istri yang menyakiti suami-suami mereka dengan doa para bidadari

«لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الحُورِ العِينِ: لاَ تُؤْذِيهِ، قَاتَلَكِ اللهُ، فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا»

Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya dari kalangan bidadari akan mengatakan:
"Janganlah kalian menyakiti dia, celaka kamu, sesungguhnya ia hanya sementara berkumpul denganmu. Sebentar lagi ia akan berpisah dan akan kembali kepada kami.”

Dan diantara sisi menyakiti suami adalah mengungkit-ungkit pemberian ketika seorang istri memberikan nafkah untuk suami serta anak-anaknya dari hartanya sendiri, dikarenakan tindakan ini bisa membatalkan pahala dan balasan. Allah عزوجل berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأَذَى﴾ [البقرة: 264]،

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”

Dan termasuk menyakiti suami adalah:
*Membebani suami diatas kemampuannya*

Yang seharusnya bagi wanita adalah untuk menghiasi dirinya dengan sikap ridho dengan sedikit yang diberikan oleh suami dari nafkah yang ada dan merasa qona'ah (merasa cukup) dengan pemberian suami hingga Allah bukakan untuknya pintu rezeki. Allah berfirman

 ﴿لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللهُ لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا﴾ [الطّلاق: 7].

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya. Allah tidaklah memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang telah Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan” [Ath Thalaq : 7].

3⃣ Tindakan yang ketiga:
*Membuat marah suami*
Wajib bagi seorang istri untuk menjauhi segala sesuatu yang mendatangkan kemarahan suami dan yang tidak disenangi suami dari keseluruhan muamalahnya kepada suami serta tindak-tanduknya dia bersama suami, serta muamalah dia dengan mertua dan kerabat suami.

Seharusnya bagi seorang istri untuk menjauhi segala sesuatu yang tidak disenangi atau yang tidak diridhai pada lingkup yang ma'ruf -sebagaimana yang telah lalu-.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

«ثَلاَثَةٌ لاَ تُجَاوِزُ صَلاَتُهُمْ آذَانَهُمْ: العَبْدُ الآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ، وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ، وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ»

_“Ada tiga orang yang sholatnya tidak melampaui telinganya: Hamba yang lari sampai ia mau kembali, wanita yang bermalam, sedang suaminya marah kepadanya, dan seorang pemimpin kaum, sedang mereka benci kepadanya”._  *[HR. At-Tirmidziy dari sahabat Abu Umamah dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Sohihul Jami' nomor hadits 3057]*

📃 Para Ahli ilmu berkata:
Tindakan marahnya suami terhadap istri ini dikarenakan jeleknya akhlak sang istri atau juga karena jeleknya adabnya, atau sedikitnya ketaatan dia pada suami.

Adapun jika kemarahan suami tidak pada yang selayaknya, maka tidak ada dosa bagi istri.

4⃣ Tindakan Keempat
*Mengkufuri kebaikan suami*
Wajib bagi para istri berhati-hati untuk terjatuh pada tindakan tidak berterima kasih atas nikmat yangdan kebaikan yang diberikan suami kepada istri.

Wajib bagi istri untuk mengakui kebaikan dan pemberian suami kepadanya, dan hendaknya dia juga berterima kasih kepada suami atas keutamaan dan segala bentuk nikmat yang diberikan suami kepada istrinya. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

«لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ»

_"Allah tidak akan melihat kepada istri yang tidak berterima kasih kepada suaminya dalam keadaan sang istri merasa butuh kepada suaminya,"_

Yang demikian ini dikarenakan berterima kasih atas nikmat suami merupakan bentuk syukur nikmat kepada Allah

«مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ لاَ يَشْكُرُ اللهَ»

_"Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia maka dia tidak akan bersyukur kepada Allah,"_

Sebagaimana yang tetap dalam hadits bahwa segala kenikmatan yang diberikan suami kepada keluarganya maka itu terhitung sebagai nikmat Allah yang Allah alirkan (nikmat) tersebut melalui tangan sang suami.

Dan datang pula sabda Rasulullah peringatan dari bentuk mengkufuri hak-hak, meninggalkan berbuat syukur kepada yang memberikan nikmat:

 «وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَاليَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ، وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ»، قَالُوا: بِمَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: «بِكُفْرِهِنَّ»، قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: «بِكُفْرِ الْعَشِيرِ، وَبِكُفْرِ الإِحْسَانِ: لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ»

Aku juga melihat Neraka. Aku belum melihat pandangan yang lebih menakutkan dari ini sebelumnya, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita,"

Para sahabat berkata; 'Wahai Rasulullah, kenapa bisa begitu?

Beliau menjawab:"Karena kekufuran mereka,"

Beliau meneruskan lagi: 'Mereka juga kufur terhadap kebaikan suami dan kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik kepada salah seorang dari mereka (wanita) sepanjang masa, lalu dia melihat suatu (keburukan) pada dirimu,' Maka dia akan berkata:
"Aku tak melihat suatu kebaikanpun pada dirimu!"

💠 Berkata Al Munawi -rahimahullah-:
"Dikarenakan mengkufuri pemberian, tidak bersabar ketika mendapat ujian, dan terkalahkan dengan hawa nafsu, condong kepada keindahan dunia, serta berpaling dari membanggakan akhirat mayoritasnya dikarenakan lemahnya akal para wanita dan juga dikarenakan cepatnya mereka terkelabui oleh dunia,"

┄┄┉┉✽̶»̶̥🌼»̶̥✽̶┉┉┄┄
Bergabunglah bersama kami di chanel telegram pada link berikut ini
📮 http://bit.ly/penuhduniailmu
💻Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
--------------------------------------
  🖼 *Jendela Sunnah* 🖼
--------------------------------------

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK