Langsung ke konten utama

APAKAH WAJIB BERPUASA BAGI ORANG YANG TUA RENTA/ORANG SAKIT YANG TIDAK DIHARAPKAN KESEMBUHANNYA


Al-Imam Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin رحمه الله

ORANG YANG TIDAK SANGGUP BERPUASA KARENA KELEMAHAN YANG TIDAK AKAN PERNAH HILANG, SEPERTI ORANG TUA RENTA DAN ORANG SAKIT YANG TIDAK DIHARAPKAN KESEMBUHANNYA, SEPERTI PENYAKIT DIABETES DAN SEMACAMNYA

Orang yang seperti ini tidak wajib berpuasa, sebab dia tidak memilki kesanggupan untuk berpuasa.

Allah telah berfirman:

Artinya: "Maka bertakwalah kepada Allah sekemampuan kalian." (QS. At-Taghabun: 6)

Dan Allah berfirman:

Artinya: "Allah tidak memberatkan suatu jiwa kecuali sesuai dengan kesanggupannya." (QS.Al-Baqarah: 286)

Sebagai pengganti puasanya, dia wajib memberi makanan kepada satu orang miskin untuk setiap satu hari yang tidak dia puasakan, sebab Allah telah menjadikan pemberian makanan sebagai pengganti dari puasa ketika masih diberikan pilihan untuk berpuasa atau tidak berpuasa pada pertama kali diwajibkannya, oleh karena itu maka pemberian makanan menjadi pengganti dari puasa ketika puasa tidak sanggup dikerjakan.

Cara membayar fidyah adalah dengan memilih salah satu dari dua cara berikut;

1. Makanan diberikan dalam bentuk bahan baku (bahan makanan yang belum dimasak), untuk setiap satu hari yang tidak dipuasakan, seukuran satu mud berupa gandum yang bagus, atau sekitar setengah kilo sepuluh gram (1/2,10 gram), atau

2. Membuat makanan siap saji lalu mengundang orang miskin untuk memakannya, sesuai dengan jumlah hari yang tidak dipuasakan.

Berkata Al-Imam Al-Bukhary rahimahullah:

“Adapun orang tua renta yang tidak sanggup lagi untuk berpuasa, maka (sebagaimana) Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau memberi makanan (membayar fidyah) setelah beliau tua renta, selama satu atau dua tahun, untuk setiap hari (yang tidak beliau puasakan), beliau memberi makanan kepada orang miskin berupa roti dan daging lalu beliau tidak berpuasa”.

Dan berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengenai kakek-kakek dan nenek-nenek yang tidak sanggup lagi berpuasa, agar mereka memberi makan orang miskin untuk setiap hari yang tidak dipuasakan. (Riwayat Bukhary)

BERSAMBUNG Insya Allah...
┈┈•┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈•┈┈•

Sumber : Kitab Majaalis Syahri Ramadhaan, dari Al-Maktabah Asy-Syaamilah ver. Android dengan sedikit/beberapa perubahan.

Alih Bahasa : Al-Ustadz Muhammad Tasyrif Asbi Al-Buthony As-Salafy حفظه الله

➖➖➖
 WhatsApp Salafy Kendari
 Website Resmi || http://ahlussunnahkendari.com
 Channel Telegram || https://telegram.me/salafykendari

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

CIRI CIRI AD DABBAH

➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta'ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang shahih.▫Al 'allamah as Sa'dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan A…

AL JANNAH DAN SIFAT PENDUDUKNYA

✅🌴🌸 SIFAT-SIFAT AL-JANNAH, KENIKMATANNYA, DAN SIFAT PENDUDUKNYA
======================📕 Pelajaran Shohih Muslim
🔰 Kitabul-Jannah
🔘 Hadits No.1
—-------------------
✅ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Al-Jannah (surga) dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disenangi, dan An-Naar (neraka) dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu).”  (HR. Muslim No.2822)

✅ Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Ahmad (12559), (13671), (14030), At-Tirmidzi (2559), Abu Nu’aim dlm “Sifatul-Jannah” (42), dan selain mereka.

📌 Disebutkan pula dalam Shohih Al-Bukhori No. 6487 , dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh,

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

“An-Naar ditutupi dengan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Jannah ditutupi dengan perkara-perkara yang dibenci.”

〰➰〰
✅ Syarah (Penjelasan):📝📮 Makna Hadits in…

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh