Meniti Jejak Salafus Shaleh

Post Page Advertisement [Top]


Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:
Apabila awal Ramadhan misalnya jatuh pada hari Sabtu berdasarkan ketetapan Kerajaan Saudi Arabia sedangkan berdasarkan ketetapan di negara Aljazair awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad, maka bagi seseorang yang tinggal di Aljazair dan ia berpuasa mengikuti ketetapan Kerajaan Saudi Arabia, apakah boleh yang demikian ini ataukah tidak?

Karena apabila ia menyelesaikan puasanya (berbuka) mengikuti ketetapan Saudi Arabia maka pada hari itu di negaranya masih puasa, namun apabila ia masih berpuasa di hari itu maka di negara yang ia ikut berpuasa bersamanya (yakni di Saudi Arabia) sudah masuk hari 'ied?

Jawaban:
Nabi Shallallฤhu 'alaihi wasallam bersabda:

"Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah (selesaikanlah puasa) kalian karena melihat hilal!" (HR. Al Bukhari)

Maka Nabi Shallallฤhu 'alaihi wasallam mengaitkan wajibnya memulai berpuasa karena melihat hilal, dan hal itu berbeda-beda dengan perbedaan mathla' (tempat dilihatnya atau munculnya hilal) atas pendapat yang shahih dari dua pendapat Ulama.

Dan tidak diragukan lagi bahwa mathla' di Aljazair tentu berbeda dengan mathla' di kerajaan Saudi Arabia.

Maka masing-masing individu hendaknya berpuasa bersama orang-orang yang ada di wilayah dan negara yang ia tinggal di dalamnya apabila mereka melihat hilal serta menyelesaikan puasa bersama mereka.

Sehingga bagi Anda, ketetapan yang berlaku untuk Anda adalah ketetapan yang berlaku untuk kaum muslimin yang Anda tinggal bersama mereka dimanapun tempatnya, sama saja apakah di Aljazair ataukah selainnya, Anda berpuasa bersama mereka dan menyelesaikan puasa juga bersama mereka.


Sumber: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=2211

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon tidak menggunakan emoticon dalam menulis komentar, Barakallahu fiikum.

Bottom Ad [Post Page]

| Original Designed by Colorlib | Design Retouched by AI Project