HUKUM BERBUKA PUASA BERSAMA

🚇 HUKUM BUKA PUASA BERSAMA (IFTHOR JAMA'I) DI MASJID ATAU DI RUMAH``

*Pertanyaan:*

_“Saya mendengar dari sebagian ikhwah bahwa Ifthor Jama’i (buka bersama) – baik itu di bulan Romadhon atau pada puasa sunnah – adalah Bid’ah, apakah ini benar?_

*Jawaban:*

لا بأس بالإفطار جماعيا في رمضان وفي غيره، ما لم يعتقد هذا الاجتماع عبادة؛ لقوله تعالى: {لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا} (1) ، لكن إن خيف بالإفطار جماعيا في النافلة الرياء والسمعة؛ لتميز الصائمين عن غيرهم كره لهم بذلك.
ــــــــــــــــــــــــ
سورة النور الآية 61 (١)

“Tidak apa-apa melakukan Ifthor jama’i  baik di bulan romadhon atau di selainnya, selama TIDAK MEYAKINI PERKUMPULAN INI ADALAH IBADAH berdasarkan Firman Allah Ta’ala :

{لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا}

_“Tidak apa-apa bagi kalian makan bersama atau sendiri-sendiri”[QS. An-Nur :61]_

Akan tetapi jika di khawatirkan berbuka bersama pada puasa sunnah mengakibatkan riya dan sum’ah, untuk membedakan orang-orang yang berpuasa dari selain mereka (yang tidak berpuasa) hal ini dimakruhkan bagi mereka.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Al Lajnah Ad Daimah 
Ketua       :  Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Anggota  : Bakr Abu Zaid |Abdullah bin Ghudayan | Sholeh Al Fauzan

(Fatwa Lajnah Daimah no 15616)

[Sumber : alifta.net]

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

*🚇 HUKUM BUKA PUASA BERSAMA DI MASJID*

_Bismillah,_
_Afwan kami minta nasehat terkait hukum berbuka puasa berjama'ah yang dilakukan di masjid, yang dihadiri oleh ikhwah kita Ahlus Sunnah, yang makanan untuk berbuka puasa tersebut berasal dari sumbangan satu atau beberapa ikhwah, ada yang berupa makanan jadi dan ada yg berupa uang yang diatur oleh pengurus masjid untuk di belikan makanan untuk beberapa hari berbuka puasa. Jazakumullohu khoiron katsiro atas jawabannya._

*🗒Berikut Jawaban Ustadz Asykari hafidzahullah:*

Masalah membuat makanan buka puasa di Masjid tidak mengapa. Bahkan anjuran Nabi ﷺ tentang memberi buka puasa kepada Muslimin :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

_"Barangsiapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka dia mendapatkan pahala seperti yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala yang berpuasa sedikitpun." [HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192]_

Itu yang dimaksud oleh para ulama tentang makna berbuka secara berjama'ah.

Adapun yang tidak boleh adalah sepakat untuk puasa secara berjama'ah, berbuka secara berjama'ah, menganggap bahwa hal tersebut memiliki keutamaan. Sama halnya (seperti_red) tidak bolehnya dzikir jama'ah, takbir berjama'ah.

Adapun buka puasa yang diadakan di Masjid, bagi yang datang silahkan berbuka di sana, maka itu hal yang dianjurkan. Sebab yang datang ke Masjid macam-macam manusia, ada yang miskin, ada yang kaya tapi tidak sempat ke rumahnya, ada yang datang dari rumahnya tapi dia ke Masjid karena khawatir terlambat datang ke Masjid, dan seterusnya.

Hampir semua, atau bahkan mungkin semua Masjid di Arab Saudi mengadakan buka puasa di Masjid, apalagi di Masjidil Haram dan Nabawi, tanpa ada pengingkaran dari para ulama. Barakallahu fiikum.

••••
fawaaidwa.blogspot.co.id/2014/07/hukum-buka-puasa-bersama-di-masjid.html?m=1

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK