Langsung ke konten utama

HUKUM BERBUKA PUASA BERSAMA


HUKUM BUKA PUASA BERSAMA (IFTHOR JAMA'I) DI MASJID ATAU DI RUMAH``

Pertanyaan:
“Saya mendengar dari sebagian ikhwah bahwa Ifthor Jama’i (buka bersama) – baik itu di bulan Romadhon atau pada puasa sunnah – adalah Bid’ah, apakah ini benar?"

Jawaban:
“Tidak apa-apa melakukan Ifthor jama’i baik di bulan romadhon atau di selainnya, selama TIDAK MEYAKINI PERKUMPULAN INI ADALAH IBADAH berdasarkan Firman Allah Ta’ala : 
{لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا} 
“Tidak apa-apa bagi kalian makan bersama atau sendiri-sendiri”[QS. An-Nur :61]

Akan tetapi jika di khawatirkan berbuka bersama pada puasa sunnah mengakibatkan riya dan sum’ah, untuk membedakan orang-orang yang berpuasa dari selain mereka (yang tidak berpuasa) hal ini dimakruhkan bagi mereka.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Al Lajnah Ad Daimah
Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Anggota : Bakr Abu Zaid | Abdullah bin Ghudayan | Sholeh Al Fauzan

(Fatwa Lajnah Daimah no 15616)
Sumber : alifta.net

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HUKUM BUKA PUASA BERSAMA DI MASJID

Bismillah,
Afwan kami minta nasehat terkait hukum berbuka puasa berjama'ah yang dilakukan di masjid, yang dihadiri oleh ikhwah kita Ahlus Sunnah, yang makanan untuk berbuka puasa tersebut berasal dari sumbangan satu atau beberapa ikhwah, ada yang berupa makanan jadi dan ada yg berupa uang yang diatur oleh pengurus masjid untuk di belikan makanan untuk beberapa hari berbuka puasa. Jazakumullohu khoiron katsiro atas jawabannya.

Berikut Jawaban Ustadz Asykari hafidzahullah:

Masalah membuat makanan buka puasa di Masjid tidak mengapa. Bahkan anjuran Nabi ﷺ tentang memberi buka puasa kepada Muslimin :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
"Barangsiapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka dia mendapatkan pahala seperti yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala yang berpuasa sedikitpun." [HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192]

Itu yang dimaksud oleh para ulama tentang makna berbuka secara berjama'ah.

Adapun yang tidak boleh adalah sepakat untuk puasa secara berjama'ah, berbuka secara berjama'ah, menganggap bahwa hal tersebut memiliki keutamaan. Sama halnya (seperti_red) tidak bolehnya dzikir jama'ah, takbir berjama'ah.

Adapun buka puasa yang diadakan di Masjid, bagi yang datang silahkan berbuka di sana, maka itu hal yang dianjurkan. Sebab yang datang ke Masjid macam-macam manusia, ada yang miskin, ada yang kaya tapi tidak sempat ke rumahnya, ada yang datang dari rumahnya tapi dia ke Masjid karena khawatir terlambat datang ke Masjid, dan seterusnya.

Hampir semua, atau bahkan mungkin semua Masjid di Arab Saudi mengadakan buka puasa di Masjid, apalagi di Masjidil Haram dan Nabawi, tanpa ada pengingkaran dari para ulama. Barakallahu fiikum.

••••
Sumber : fawaaidwa.blogspot.co.id/2014/07/hukum-buka-puasa-bersama-di-masjid.html?m=1

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

AL JANNAH DAN SIFAT PENDUDUKNYA

✅🌴🌸 SIFAT-SIFAT AL-JANNAH, KENIKMATANNYA, DAN SIFAT PENDUDUKNYA
======================📕 Pelajaran Shohih Muslim
🔰 Kitabul-Jannah
🔘 Hadits No.1
—-------------------
✅ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Al-Jannah (surga) dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disenangi, dan An-Naar (neraka) dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu).”  (HR. Muslim No.2822)

✅ Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Ahmad (12559), (13671), (14030), At-Tirmidzi (2559), Abu Nu’aim dlm “Sifatul-Jannah” (42), dan selain mereka.

📌 Disebutkan pula dalam Shohih Al-Bukhori No. 6487 , dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh,

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

“An-Naar ditutupi dengan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Jannah ditutupi dengan perkara-perkara yang dibenci.”

〰➰〰
✅ Syarah (Penjelasan):📝📮 Makna Hadits in…

Khutbah Jumat - Diantara Keutamaan Ilmu

Hanya Dengan Mengharap Ridho Allah سبحانه و تعالى Semata
||| Pemateri : Al Ustadz Abul Yaman حفظه الله  
||| Tema : Diantara Keutamaan Ilmu
||| Hari, Tanggal : Jumat, 15 Dzulhijjah 1440
||| Waktu : 11.55 s/d Selesai
||| Tempat : Masjid Al Furqon Ma'had Al Ittiba', RT04/RW01 Dukuh Kebokura Kec. Sumpiuh Kab. Banyumas

||| Penyelenggara : Majelis Ta'lim Ittibaus Salaf Sumpiuh
Download

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh