Langsung ke konten utama

HUKUM TIDUR SIANG DAN BERGADANG DI MALAMNYA BAGI YANG BERPUASA


Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: Wahai samahatusy syaikh, di sana ada sebagian orang yang begadang sampai fajar kemudian setelah menunaikan shalat ini (shubuh) ia tidur sampai masuk waktu shalat zhuhur. Lalu ia bangun menunaikan shalat zhuhur untuk kemudian kembali tidur sampai ‘ashar. Dan demikian seterusnya sampai mendekati waktu berbuka. Apa hukum Islam tentang perilaku semacam ini?

Jawaban: Tidak mengapa tidur di siang dan malam hari selama tidak membuat lalai dari kewajiban-kewajibannya dan tidak membuatnya melakukan sesuatu yang diharamkan. Dan yang disyariatkan bagi setiap muslim baik yang sedang berpuasa ataupun tidak ialah tidak begadang di malam hari dan bergegas tidur setelah menunaikan qiyamul lail yang telah Allah mudahkan untuknya. Kemudian bangun untuk bersahur, apabila ia berada di bulan Ramadhan. Karena sahur adalah sunnah yang amat ditekankan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تسحروا فإن في السحور بركة

‘Bersahurlah kalian karena pada sahur itu terdapat barakah.” (Muttafaqun ‘alaihi) [1]

Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

فضل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر

“Kelebihan (keutamaan) puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim di dalam “shahih”nya) [2]

Sebagaimana wajib bagi orang yang berpuasa dan selainnya untuk menjaga semua shalat lima waktu secara berjama’ah dan berhati-hati supaya tidak terlalaikan darinya baik karena tidur atau sebab lainnya.

Sebagaimana juga wajib bagi orang yang berpuasa dan selainnya menunaikan seluruh amalan yang wajib dikerjakan tepat pada waktunya baik untuk pemerintah maupun selainnya. Demikian juga wajib baginya mencari rizki yang halal yang dibutuhkan oleh diri dan keluarganya serta tidak menelantarkan itu semua dengan tidur atau selainnya.

Kesimpulannya bahwa wasiatku kepada semuanya baik laki-laki, perempuan, orang-orang yang berpuasa, maupun selain mereka untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dalam segala kondisi, menjaga penunaian kewajiban tepat pada waktunya dengan cara yang telah disyari’atkan Allah, dan benar-benar waspada dari tiap perkara yang dapat melalaikannya baik itu karena tidur, maupun perkara-perkara mubah lainnya, ataupun selain itu. Apabila ia terlalaikan dari itu semua dengan perkara-perkara maksiat maka dosanya menjadi lebih besar dan kejahatannya menjadi lebih parah.

Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin, memberikan taufik kepada mereka di dalam perkara agamanya, mengokohkan mereka di atas kebenaran, serta memperbaiki keadaan pemimpin mereka, sesungguhnya Dia yang maha pemurah lagi maha mulia.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/fatawa/544
Kunjungi || http://bit.ly/2rY87Ah

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

CIRI CIRI AD DABBAH

➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta'ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang shahih.▫Al 'allamah as Sa'dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan A…

AL JANNAH DAN SIFAT PENDUDUKNYA

✅🌴🌸 SIFAT-SIFAT AL-JANNAH, KENIKMATANNYA, DAN SIFAT PENDUDUKNYA
======================📕 Pelajaran Shohih Muslim
🔰 Kitabul-Jannah
🔘 Hadits No.1
—-------------------
✅ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Al-Jannah (surga) dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disenangi, dan An-Naar (neraka) dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu).”  (HR. Muslim No.2822)

✅ Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Ahmad (12559), (13671), (14030), At-Tirmidzi (2559), Abu Nu’aim dlm “Sifatul-Jannah” (42), dan selain mereka.

📌 Disebutkan pula dalam Shohih Al-Bukhori No. 6487 , dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh,

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

“An-Naar ditutupi dengan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Jannah ditutupi dengan perkara-perkara yang dibenci.”

〰➰〰
✅ Syarah (Penjelasan):📝📮 Makna Hadits in…

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh