Langsung ke konten utama

SUDAH WAJIB ZAKATKAH ANDA?


PENGHASILAN 10 JUTA/BULAN, SUDAH WAJIB ZAKAT?

Seorang pedagang yang berpenghasilan mencapai 10 juta/ bulan (laba bersih), apakah terkena wajib zakat baginya? 085229XXXXXX

Jawaban Al-Ustadz Muhammad Sarbini hafidzahullah:
Ya, ia terkena zakat uang jika uang tersebut tersimpan sampai setahun (menurut hitungan tahun Hijriyah) tanpa berkurang dari nishab (harga 595 gr perak). Zakatnya sebesar 1/40 (2,5 %).

Adapun zakat profesi (penghasilan), tidak disyariatkan. Zakat perdagangan juga tidak disyariatkan menurut pendapat yang rajih (kuat). Wallahu a’lam.

Sumber : Majalah Asy Syariah Edisi 086

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
ADAKAH ZAKAT ATAS PENJUALAN TANAH?

Ana menjual tanah untuk membangun rumah, bagaimana cara membayar zakatnya? UD. Al-Barakah

Jawaban Al-Ustadz Muhammad Sarbini hafidzahullah:
Hasil penjualan tanah dan yang semisalnya tidak ada zakatnya. Hanya saja, uang hasil penjualan tanah itu jika nilainya mencapai nishab perak (595 gram), yaitu sekitar Rp3.368.000,00 dan bertahan sampai akhir tahun (menurut hitungan bulan qamariah dan tahun hijriah), berarti terkena zakat uang.

Zakatnya wajib dikeluarkan di akhir tahun saat sempurna periode setahun (haul) sebesar 2,5%. Lihat rinciannya pada Problema Anda tentang Zakat Uang di Majalah Asy-Syariah edisi 45.

Sumber : Majalah Asy Syariah Edisi 072

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
NISHAB ZAKAT UANG

Ana ingin menanyakan mengenai zakat uang. Saat ini 1 gr emas= Rp. 358.000,00 sedangkan 1 gr perak = Rp. 5.660,00. Jika mengikuti nishab emas, nishabnya adalah 85gr x Rp 358.000,00=Rp. 30.430.000,00 Adapun jika mengikuti nishab perak maka nishabnya adalah 595 gr x Rp. 5.660,00= Rp3.367.700,00.

Melihat perbandingan yang jauh ini (hampir 10 : 1), timbul kebingungan harus mengikuti nishab yang mana?

Sementara itu, yang rajih dari fatwa ulama nishab perak tidak bisa disatukan dengan nishab emas, masing-masing memiliki nishab sendiri-sendiri. Jika menilik teori ekonomi, uang yang beredar saat ini sebenarnya hanyalah memiliki “nilai khayal” yang dibuat oleh pemerintah dan pasar.

Pemerintah memiliki cadangan emas nyata sebagai back-up untuk setiap uang rupiah yang dicetak. Hal ini sudah dimaklumi dalam teori ekonomi. Jadi, uang yang beredar saat ini disandarkan kepada emas dan bukan kepada perak.

Karena itu, ana ingin bertanya mengenai alasan/dalil sebagian ulama menjadikan nishab uang dihitung berdasarkan nishab perak, padahal praktik ekonomi sekarang menunjukkan bahwa uang di tiap negara di-back-up dengan cadangan emas.
mxxxxxxx@gmail.com

Jawaban Al-Ustadz Muhammad Sarbini hafidzahullah:
Permasalahan zakat uang telah kami jawab secara tuntas pada rubrik “Problema Anda” pada edisi 45.

Kesimpulannya, dalam perhitungan nishab-nya, para ulama yang tergabung dalam al-Lajnah ad-Da’imah yang diketuai oleh al-Imam Ibnu Baz dan yang lainnya, mengembalikannya kepada salah satu dari nishab emas (dinar) dan perak (dirham).

Yang manapun dari kedua nishab tersebut yang tercapai, maka uang itu dianggap mencapai nishab. Hal itu disebabkan dua hal:

▪ Uang dengan berbagai jenis mata uang yang ada pada masa sekarang dan mendominasi muamalah kaum muslimin sebenarnya menggantikan posisi emas (dinar) dan perak (dirham) yang dipungut zakatnya pada masa Rasulullah.

▪ Uang sebagai pengganti emas (dinar) dan perak (dirham) menjadi tolok ukur dalam menilai harga suatu barang sebagaimana halnya dinar dan dirham pada masa itu.

Seandainya harga emas lebih rendah dari harga perak sehingga nilai uang yang dimilikinya mencapai harga 85 gr emas murni dan tidak senilai dengan harga 595 gr perak murni, maka nishabnya adalah nishab emas.

Seandainya harga perak lebih rendah sehingga nilai uang yang dimilikinya mencapai harga 595 gr perak murni dan tidak senilai dengan harga 85 gr emas murni, maka nishabnya adalah nishab perak.

Jadi, posisi emas sebagai back-up terhadap uang yang dicetak tidak memiliki pengaruh dalam perhitungan nishab uang, karena yang dilihat dan diperhitungkan adalah makna dan kedudukan uang itu sendiri sebagai pengganti makna dan kedudukan emas (dinar) dan perak (dirham) yang ada pada masa Rasul.

Memerhatikan kepentingan kaum fakir miskin yang sangat membutuhkan santunan zakat, maka yang diperhitungkan dari dua nishab tersebut adalah yang terbaik bagi kaum fakir miskin. Artinya, apabila mencapai salah satu dari dua nishab tersebut dan tidak mencapai nishab yang lainnya, maka dianggap mencapai nishab sehingga kaum fakir miskin mendapatkan zakat dari harta tersebut.
Ini yang kami ketahui dalam permasalahan ini, wallahu a’lam.

Sumber : Majalah Asy Syariah Edisi 073

••••
Baca selengkapnya di http://asysyariah.com/zakat-uang/

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON SANTRI/SANTRIWATI BARU MA'HAD AL ITTIBA' SUMPIUH

Bismillah, berikut adalah daftar calon santri yang diterima di Ma'had Al Ittiba Sumpiuh:


DAFTAR SANTRI BARU

MARHALAH : IDAD TAKHASHSHUSH PUTRA NO NAMA ALAMAT 1 SABRI WIDITIA MAOS CILACAP 2 ZUFAR THUFAIL AL QUDAMA MAJENANG 3 ISMAEL ROMAN RIQUELME CENGKARENG TIMUR 4 MUHAMMAD ALFIAN RAHMANTO DEPOK 5 WILLY WOUNDROUS ISLAM CILACAP 6 MUHAMMAD HASAN BAROROH PALEMBANG

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

PENERIMAAN SANTRI BARU MA'HAD AL-ITTIBA' SUMPIUH TAHUN 1439-1440 H/2018-2019 M

📋 *PENGUMUMAN**PENERIMAAN SANTRI/SANTRIWATI BARU MA'HAD AL-ITTIBA' SUMPIUH BANYUMAS JATENG**//Memilih Tempat Tarbiyah Islamiyah Di Atas Manhaj Salafiyah Adalah Perkara Terpenting Dan Mendasar Untuk Mencetak Generasi Umat Islam//*🚪 *TELAH DI BUKA:*
📚 *ANGKATAN*:
*1439-1440 H / 2018-2019 M*🚠 *MA'HAD AL ITTIBA'*
📮 _Jl.Dukuh rt 04 rw 01 kebokura Sumpiuh-Banyumas-Jateng_📊 *MARHALAH*
1⃣ Tahfidz lil banin wal banat
2⃣  I'dad Lughoh
3⃣  Takhosus lughoh*SYARAT PENDAFTARAN*✅ Tahfidz,untuk usia 7 s/d 12 tahun
✅ I'dad & Takhasus, untuk Usia minimal 12 tahun maksimal 17 tahun,dan tidak menerima santri yang sudah berkeluarga.
✅ Sehat jasmani dan rohani, dengan melampirkan Surat Keterangan Sehat dari Dokter/Puskesmas.
✅ Lulus tes tertulis dan wawancara.
✅ Mengisi Surat Pernyataan dari Ma'had.
✅ Sanggup mematuhi tata tertib Ma'had diantaranya:Tidak membawa Hp,Laptop,Mp3-4,Smartphon dan sejenisnya.
✅ Membawa dan menyerahkan :
🔹 FC Kartu Keluarga, Akte Kelahi…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh