UMAR BIN AL KHATHAB DAN SHABIGH

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*💎💎 PERMATA SALAF 💎💎*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

*🛡⚠ Umar bin al-Khaththab dan Shabigh❗*

*📚💎 Nafi’ rahimahullah, maula Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma mengisahkan,*

✅ Shabigh bin ‘Asal al-‘Iraqi suka mempertanyakan beberapa hal (yang mutasyabih) tentang al-Qur’an di kota-kota kaum muslimin, hingga dia sampai di Mesir. ‘Amr ibnul ‘Ash radhiallahu ‘anhu (Gubernur Mesir saat itu) kemudian (menangkap dan) mengirimnya kepada Khalifah Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu (di Madinah).

▪Ketika sang utusan menemui ‘Umar radhiallahu ‘anhu membawa surat (dari ‘Amr ibnul ‘Ash radhiallahu ‘anhu), beliau membacanya kemudian bertanya, “Mana orangnya?” Sang utusan menjawab, “Di kendaraan.”

▪Umar mengatakan, “Periksalah, jangan sampai dia melarikan diri sehingga engkau akan mendapatkan hukuman yang menyakitkan dariku.” Sang utusan pun membawanya kepada Umar radhiallahu ‘anhu.

▪Umar radhiallahu ‘anhu berkata kepada Shabigh, *“Engkau menanyakan sesuatu yang muhdats (bid’ah).”*

☑ Beliau lantas meminta diambilkan pelepah kurma yang masih basah, lalu memukul punggung Shabigh dengannya. Beliau membiarkannya hingga sembuh. Kemudian beliau mengulanginya dan membiarkannya hingga sembuh.

▪Kemudian Umar radhiallahu ‘anhu meminta Shabigh didatangkan untuk beliau pukul kembali.

▪Shabigh berkata, “Jika Anda ingin membunuhku, bunuhlah dengan cara yang baik. Namun, jika Anda ingin mengobatiku (dari bid’ah), sungguh aku telah sembuh.”

🔰Shabigh pun diizinkan pulang ke negerinya. *Umar radhiallahu ‘anhu menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu(gubernur negeri tempat tinggal Shabigh) agar melarang kaum muslimin duduk bermajelis dengan Shabigh.* Hal ini sangat berat dirasa oleh Shabigh.

▪Abu Musa radhiallahu ‘anhu kemudian menulis surat kepada Umar radhiallahu ‘anhu bahwa *Shabigh telah bertobat dengan baik.* _*Setelah itu, barulah Umar radhiallahu ‘anhu menulis surat kepada Abu Musa radhiallahu ‘anhu agar mengizinkan kaum muslimin bermajelis dengan Shabigh.*_

📔(Riwayat ad-Darimi no. 148, Ibnu Wadhdhah no. 63, al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah 1/194, diambil dari Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur hlm. 146)

🌏 Sumber : http://asysyariah.com/umar-bin-al-khaththab-dan-shabigh/

📂📜 Jun 22, 2015 | Asy Syariah Edisi 099,Permata Salaf |

▪▪◾◾◼◼◾◾▪▪

*📚 Majmu'ah Riyadhussalafiyyin*
↘🌏 _*Join Channel Telegram*_ :
▶🌐 https://telegram.me/Riyadhussalafiyyin

🔘🔘🔘⚫🔛®⚫🔘🔘🔘

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI :

CIRI CIRI AD DABBAH

KESESATAN ZAKIR NAIK