Langsung ke konten utama

APA YANG DILAKUKAN DI MALAM LAILATUL QADAR

Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah

Bukanlah yang dimaksud dengan lailatul qadr adalah memperbanyak shalat, karena Rasul shallallahu alaihi wasallam di Ramadhan maupun di luar Ramadhan tidak mengerjakan shalat malam lebih dari 11 raka’at.

Dan bukanlah yang dimaksud bahwa Rasul shallallahu alaihi wasallam jika telah masuk sepuluh malam yang terakhir di bulan Ramadhan beliau menguatkan ikatan sarungnya adalah dengan memperbanyak shalat, tetapi yang dimaksud adalah dengan melakukan i’tikaf, sebagaimana hal itu adalah keadaan beliau shallallahu alaihi wasallam dalam perjalanan hidup beliau.

Dan bukanlah yang dimaksud adalah dengan melakukan ritual-ritual tertentu di malam tersebut. Bukan, bukan itu yang dimaksud, tetapi yang dimaksud hanyalah dengan seorang hamba mempersiapkan diri untuk memperbanyak dzikir dan doa di malam tersebut.

Tidakkah engkau perhatikan hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzy no. 3513 dari Aisyah dia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya mengetahui bahwa sebuah malam adalah lailatul qadr, doa apa yang sebaiknya saya ucapkan?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋُﻔُﻮٌّ ﺗُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻌَﻔْﻮَ ﻓَﺎﻋْﻒُ ﻋَﻨِّﻲ.

“Yaa Allah, sesungguhnya Engkau pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah dosa-dosaku.”

At-Tirmidzy berkata, “Ini adalah hadits hasan shahih.” (Lihat: Silsilah ash-Shahihah, no. 3337 -pent)

Jadi Rasul shallallahu alaihi wasallam tidak membimbing Aisyah untuk memperbanyak shalat, atau memperbanyak macam-macam doa, atau ritual ibadah tertentu, beliau hanya menunjukkan kepada Aisyah untuk membaca doa ini.

Disebutkan dalam al-Muwaththa’ di kitab i’tikaf bab riwayat-riwayat tentang lailatul qadr dari al-Imam Malik bahwa telah sampai riwayat kepada beliau bahwasanya Sa’id bin al-Musayyab berkata:

ﻣَﻦْ ﺷَﻬِﺪَ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀَ ﻣِﻦْ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ، ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺧَﺬَ ﺑِﺤَﻈِّﻪِ ﻣِﻨْﻬَﺎ.

“Siapa yang mengerjakan shalat isya’ di malam lailatul qadr, maka dia telah mengambil bagiannya dari malam tersebut.”

 Sumber || https://twitter.com/momalbaz/status/875125558975361024

 Kunjungi || http://forumsalafy.net/apa-yang-di-lakukan-di-malam-lailatul-qadr/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

CIRI CIRI AD DABBAH

➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta'ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang shahih.▫Al 'allamah as Sa'dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan A…

AL JANNAH DAN SIFAT PENDUDUKNYA

✅🌴🌸 SIFAT-SIFAT AL-JANNAH, KENIKMATANNYA, DAN SIFAT PENDUDUKNYA
======================📕 Pelajaran Shohih Muslim
🔰 Kitabul-Jannah
🔘 Hadits No.1
—-------------------
✅ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Al-Jannah (surga) dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disenangi, dan An-Naar (neraka) dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu).”  (HR. Muslim No.2822)

✅ Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Ahmad (12559), (13671), (14030), At-Tirmidzi (2559), Abu Nu’aim dlm “Sifatul-Jannah” (42), dan selain mereka.

📌 Disebutkan pula dalam Shohih Al-Bukhori No. 6487 , dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh,

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

“An-Naar ditutupi dengan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Jannah ditutupi dengan perkara-perkara yang dibenci.”

〰➰〰
✅ Syarah (Penjelasan):📝📮 Makna Hadits in…

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh