Langsung ke konten utama

Al-IFFAH SEBAB KEMULIAAN SEORANG MUSLIMAH

Al-IFFAH SEBAB KEMULIAAN SEORANG MUSLIMAH

Faedah Ringkas kajian Ummahat bersama al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy hafizhahullah

Diantara bentuk Iffah:
  • Menjaga harga diri dengan tidak bercanda dan tidak bergurau antara seorang laki-laki dengan seorang wanita yang bukan mahram
  • Menjaga harga dirinya dengan tidak meminta-minta kepada orang lain, diantaranya meminta-minta dalam rangka memperkaya diri

Ada dua macam al-Iffah
1. Menjaga diri dari perkara-perkara yang haram, meliputi;
  • Menjaga kemaluan dari perkara-perkara yang haram (dari perzinahan dan semisalnya) dengan menikah
  • Menjaga lisan dari kehormatan orang lain, maknanya tidak mengghibahi orang lain, namimah, pelecehan, mengolok-olok atau semua bahaya lisan yang bisa merusak kehormatan orang lain.
2. Menjaga diri dari perkara-perkara dosa meliputi;
  • Menahan diri, tidak terang-terangan melakukan kezhaliman
  • Menghardik jiwa dari upaya merahasiakan pengkhianatan

Cara seorang muslimah mewujudkan sifat al-Iffah
  • Memantapkan dan mengokohkan keimanan
  • Mensucikan diri/jiwa
  • Upaya memberi nutrisi jiwa dengan iman dan amal shaleh
  • Mendidik/melatih diri dengan memperbanyak berpuasa (puasa dapat mengekang hawa nafsu)
  • Mengeluarkan perkara-perkara yang membahayakan jiwa kita yaitu kemaksiatan-kemaksiatan dan dosa. Cara mengeluarkan perkara tersebut dengan istighfar/taubat
  • Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah menunaikan amalan yang wajib
  • Menjauh dari semua jalan/sarana yang menghalangi antara dirinya dengan Rabbnya

Buah dari al-Iffah
  • Akan menjauhi diri dari perbuatan-perbuatan jelek
  • Akan bisa mewujudkan kehormatan diri 
  • Hatinya akan kuat, selamat, sehat dan akan mersakan kedamaian dan ketenangan
  • Akan di selamatkan dari kejelekan dunia dan akhirat

Al-Iffah dan al-Hayya (rasa malu terpuji) dua hal yang tidak bisa di pisahkan, dengan keduanya seorang muslimah akan menggapai ketaqwaan kepada Allah ta'ala.

Al-Iffah bisa di upayakan untuk orang lain seperti anak-anak kita, saudara-saudari kita.
  • Upaya al-Iffah untuk anak-anak, agar mereka menjadi anak yang shalih dan shalihah
  • Upaya al-Iffah untuk saudara-saudari kita, agar mereka mendapatkan hidayah
  • Upaya al-Iffah untuk suami, dengan membantunya menjaga diri dari perkara-perkara haram dengan mendukungnya BERPOLIGAMI

Kajian Ilmiyah Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor || Jum'at pagi 27 Jumadil Awal 1438H/24 Februari 2017M

Simak dan dapatkan faedah lengkapnya pada audio di bawah

https://t.me/istrishalehah
____________
Sumber:
 Radio salafy Cileungsi
http://bit.ly/SalafyCileungsi

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

CIRI CIRI AD DABBAH

➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta'ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang shahih.▫Al 'allamah as Sa'dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan A…

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

SHOLAT JENAZAH

FIQIH
Shalat Jenazah (2)

Para pembaca rahimakumullah, pada edisi sebelumnya telah dibahas beberapa hal yang terkait dengan shalat jenazah. Adapun pada edisi ini, akan kami sajikan tata cara shalat jenazah sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan harapan, kita bisa mengamalkannya setelah mempelajarinya.

Tata cara yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Menyusun shaf berjumlah tiga atau lebih. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Malik bin Hubairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ فَيُصَلِّيْ عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوْفٍ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، إِلَّا أَوْجَبَ -وَفِيْ رِوَايَةٍ- إِلَّا غُفِرَ لَهُ
“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia kemudian (jenazahnya) dishalatkan oleh tiga shaf dari kaum muslimin melainkan pasti (dimasukkan surga) –dalam riwayat lain– akan diampuni dosanya.” (HR. Abu Dawud 2/63, at-Tirmidzi 19/258, dan Ibnu Majah 1/454)

Jaminan ini berlaku jika yang menyalatkan dan y…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh