Langsung ke konten utama

ADAKAH DI MASA SEKARANG BENDA-BENDA PENINGGALAN NABI? BILA ADA, BAGAIMANA CARA MENCARI BARAKAH DENGANNYA?

Mufti: Al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Pertanyaan: "Berdasarkan apa yang anda sebutkan tentang (bertabarruk/mencari barakah dengan) keringat Nabi, apakah masih tersisa sesuatu yang tsabit (tetap) dari sisa-sisa (peninggalan) beliau, seperti rambut beliau? Kalau memang ada didapati sedikit saja dari peninggalan beliau bagaimanakah caranya untuk mencari barakah dengan benda tersebut?"

Jawaban: "Tidak didapati pada masa ini sedikit pun dari peninggalan beliau. Orang yang mengklaim masih adanya sesuatu dari perkara tersebut (peninggalan Nabi) maka dia seorang yang sangat pendusta lagi mengigau!

Kami pernah bepergian ke India dan kami dapati sekelompok manusia mengklaim bahwasanya mereka memiliki sebagian rambut Nabi. Mereka itu pendusta dan di tengah-tengah mereka ada penipu. Dan kami melihat-aku mengira di Pakistan atau Bangladesh-sebuah masjid. Disebutkan: "sesungguhnya di dalamnya ada (bekas) telapak kaki Nabi."

Di Delhi, disana ada masjid. Salah seorang imamnya berasal dari Bukhara. Dia sangat terkenal. Datang padanya orang-orang Eropa, wanita dan pria, hampir telanjang, mereka pergi ke sebuah tempat di masjid sang Bukhara ini. Mereka berkata: "sesungguhnya di masjid ini ada bekas (telapak kaki) Nabi yang dibangun seperti kubah di atasnya." Maka engkau melihat para wanitanya tanpa ada rasa malu, sedangkan kaum prianya berkumpul menyaksikan dari dekat telapak kaki Nabi. Maka aku melihat kemungkaran ini dan aku pun mendatangi imam tersebut, aku menasehatinya. Aku katakan padanya: "Anda mengklaim bahwasanya Nabi datang ke tempat ini dan ini bekas (kaki) beliau?
Dia berkata padaku: "Orang-orang berkata begini dan begitu."

Aku katakan padanya: "Wahai saudaraku, kita telah membaca sejarah dan kita mengetahui bahwasanya Rasulullah mi'raj ke langit. Beliau pergi (berhijrah) dari Makkah menuju Madinah, beliau pergi melakukan peperangan menuju tempat-tempat yang telah dikenal. Beliau pergi (berperang) menuju Tabuk. Akan tetapi tidak kita dapati dalam sejarah bahwasanya Rasulullah datang ke Delhi dan berdiri di tempat ini!!" Maka dia pun tergagap (menjawabnya). Kemudian aku berbicara dengan ayahnya ketika dia datang. Dan saat itu bersamaku ada seorang ikhwan Salafy yang menerjemahkan. Dia berkata: "Ini omong kosong."

Kemudian ikhwan Salafy yang bersamaku dulu mengabariku, dia berkata: "Ketika Raja Su'ud rahimahullah mengunjungi India dan mendatangi Benares, pusat dari berhala-berhala dan patung-patung, kota ini di sisi mereka seperti Makkah. Benares ini di dalamnya banyak sekali berhala, demikianlah. Ketika mereka mendengar beliau akan berkunjung, mereka menutupi berhala-berhala tersebut, mereka menutupinya, demi Allah. Bagaimana bisa? Karena segan dan takut (terhadap) tauhid.

Kemudian beliau mendatangi masjid tersebut dan shalat di dalamnya. Mereka berkata pada beliau: "Disini ada telapak kaki Nabi." Maka beliau pun berlalu (tidak peduli) dan mengetahui bahwasanya hal itu khurafat.

Seorang muwahhid (orang yang bertauhid), dia memiliki bashirah (ilmu), dia memiliki kecerdasan. Sedangkan ahlul bid'ah pada mereka ada kedunguan dan ketololan atau kesesatan-barakallahu fiykum-. Maka klaim-klaim seperti itu banyak. Di Turki mereka mengklaim ada rambut beliau. Sebagian mereka mengklaim bahwasanya Mushhaf Ali radhiyallahu 'anhu yang beliau tulis dengan tangan beliau sendiri ada (pada mereka) dan seterusnya. Ini adalah kedustaan.

Sunnatullah pada sesuatu bahwasanya hal itu akan habis dan berakhir, sunnatullah yang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah tetapkan.

 Fatawa Fil 'Aqidah wal Manhaj al-Halqah al-Ula
 Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)
http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=61&id=710

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

KITAB "MARHABAN YA THALIB AL-ILMI"

🚪⛵ مرحبا يا طالب العلم
📝 العلامة الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى
📇 دار الميراث النبوي📖 488 halaman💳 Rp. 188.000,-📚 Kitab “Marhaban Ya Thalib al-‘Ilmi” merupakan kumpulan ceramah-ceramah dan durus asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali, seorang ‘alim besar masa ini, yang beliau sampaikan dalam berbagai kesempatan.Dalam kitab ini terkandung :
1⃣ PERTAMA : Peletakan dasar-dasar dan penjelasan kaidah-kaidah manhajiyyah  bagi seorang penuntut ilmu. Dua hal tersebut apabila diambil dari ulama kibar maka akan bermanfaat. Sebaliknya jika itu diambil dari shighar maka akan timbul bahaya.  Sementara penulis kitab ini tidak diragukan lagi adalah seorang ‘ulama kibar.2⃣ KEDUA : Di antara kelebihan kitab ini, mengandung bantahan terhadap syubhat-syubhat.3⃣ KETIGA : Kitab ini mengandung pula ADAB-ADAB PENUNTUT ILMU :
▫ Penuntut ilmu dan keikhlasan, penuntut ilmu dan bagaimana adab-nya kepada Allah
▪ Penuntut ilmu dan Sunnah, penuntut ilmu dan bagaimana ada-nya dengan pemilik Sunnah …

CIRI CIRI AD DABBAH

➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta'ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang shahih.▫Al 'allamah as Sa'dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan A…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh