Langsung ke konten utama

LEMAH DALAM ISTIQAMAH SALAH SATU SEBAB TERJADINYA PROBLEM RUMAH TANGGA

Asy-Syaikh Muhammad bin Ghalib حفظه الله berkata, "Yang pertama dan sebab terbesar (terjadinya problem rumah tangga) adalah lemah dalam istiqamah dan berpaling dari agama. Allah ta'ala berfirman,
(فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ)
"Istiqamahlah engkau, sebagaimana diperintahkan kepadamu." (Q.S. Hud: 112).
«قل آمنت بالله، ثم استقم»
Katakanlah, "Aku beriman kepada Allah, kamudian beristiqamahlah," sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Apa itu istiqamah? Para ulama berkata, 'Mengerjakan perintah dan menjauhi larangan,' ada juga yang mengatakan, 'Berpegang teguh kepada seluruh agama,' ini adalah istiqamah.

Maka wajib bagi setiap muslim untuk istiqamah di atas agama Allah, mengerjakan yang wajib dan meninggalkan yang haram.

Salah satu perkara terpenting yang hendaknya diperhatikan seseorang agar urusanya berjalan dengan baik dan istiqamah rumah tangganya adalah perkara shalat. Allah ta'ala berfirman,
(إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ)
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (Q.S. Al-'Ankabut: 45).

Jadi, shalat yang benar dengan (mengerjakan) rukun, kewajiban, dan sunnahnya adalah sebab untuk mencegah terjadinya problem dan menjauhkan dari perkara yang merusak dan kerusakan.

Salah satu bencana, kita melihat di rumah-rumah kaum muslimin, mayoritas laki-laki meninggalkan shalat, meninggalkan seluruh shalat, atau meremehkan shalat jamaah.

Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim rahimahumallah dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu beliau bersabda,

"Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan seseorang untuk membawa kayu bakar untuk dikumpulkan. Kemudian aku memerintahkan shalat ditegakkan, dikumandangkan azan. Lalu aku memerintakan seseorang mengimami manusia, dan aku berangkat menuju orang-orang (yang tidak menghadiri shalat jamaah–pent), kemudian aku bakar rumah-rumah mereka. Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, jika salah seorang dari mereka (yang tidak menghadiri shalat jamaah) mengetahui bahwa ia akan mendapatkan tulang yang masih tersisa sedikit daging padanya, atau daging yang menempel di kuku kambing, sungguh ia akan menghadiri shalat isya'."

Sumber:
https://t.me/Ahkem_almoslima
Alih bahasa: Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin حفظه الله

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

CIRI CIRI AD DABBAH

➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta'ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang shahih.▫Al 'allamah as Sa'dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan A…

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

SHOLAT JENAZAH

FIQIH
Shalat Jenazah (2)

Para pembaca rahimakumullah, pada edisi sebelumnya telah dibahas beberapa hal yang terkait dengan shalat jenazah. Adapun pada edisi ini, akan kami sajikan tata cara shalat jenazah sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan harapan, kita bisa mengamalkannya setelah mempelajarinya.

Tata cara yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Menyusun shaf berjumlah tiga atau lebih. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Malik bin Hubairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ فَيُصَلِّيْ عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوْفٍ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، إِلَّا أَوْجَبَ -وَفِيْ رِوَايَةٍ- إِلَّا غُفِرَ لَهُ
“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia kemudian (jenazahnya) dishalatkan oleh tiga shaf dari kaum muslimin melainkan pasti (dimasukkan surga) –dalam riwayat lain– akan diampuni dosanya.” (HR. Abu Dawud 2/63, at-Tirmidzi 19/258, dan Ibnu Majah 1/454)

Jaminan ini berlaku jika yang menyalatkan dan y…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh