Langsung ke konten utama

NASEHAT MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Jabiri hafidzahullahu:

Pertanyaan: "Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan wahai Syaikh kami...
Beberapa hari yang akan datang, kita akan masuk bulan Ramadhan. Apa nasehat anda kepada anak-anak anda (para penuntut ilmu), seputar persiapan dalam menyambut bulan Ramadhan?"

Jawaban:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Tidak tersamarkan atas setiap muslim dan muslimah, kedudukan bulan yang mulia ini dalam Islam. Dan semua mengtahui (puasa padanya) merupakan rukun yang ke empat dari rukun Islam.
Dan hukumnya fardhu 'ain atas setiap muslim dan muslimah.

Hanya tersamarkan atas sebagian manusia, yang mereka bermudah-mudahan pada perkara ini.

Maka yang sepantasnya bagi seorang muslim pada bulan ini, adalah bersegera dalam mengerjakan perintah-perintah, dan yang terbesar adalah tauhid, mengikhlaskan agama hanya untuk Allah subhanahu wa ta'ala kemudian mengerjakan amal ketaatan yang lain dari yang sifatnya wajib atau sunnah.

Dan yang paling terbesar setelah tauhid adalah menjaga shalat-shalat lima waktu, yang dikerjakan pada waktu-waktunya.

Demikian pula menjauhi apa-apa yang Allah subhanahu wa ta'ala larang darinya, dan perkara terbesar yang Allah larang adalah kesyirikan, kemudian seluruh kemaksiatan dari dosa-dosa kecil dan besar, begitu pula dari kebid'ahan.

Dan yang dimaksud: Adalah seorang muslim menjaga dirinya dan melawan hawa nafsunya untuk tunduk pada perkara yang Allah cintai dan Allah ridhoi dan menjauhi perkara yang Allah benci dan Allah murkai.

Dan hendaknya ia menyibukkan waktunya, pada perkara yang padanya mengandung kemanfaatan agama atau dunianya.

Maka ini yang wajib, bagi setiap muslim dan muslimah.
Dan memanfaatkan kesempatan bulan ini (Ramadhan), dan bersemangat padanya dari membaca Kitabullah dan memperbanyak dari amalan-amalan sunnah dari shalat, shadaqah, menyambung silaturahmi, menjenguk orang sakit.

Maka perkara ini semua dari amalan-amalan yang ada, diperintahkan dan dituntut untuk dikerjakan sepanjang hidup seseorang, siang dan malam harinya. Namun di bulan Ramadhan, lebih ditekankan lagi, dikarenakan kemuliaan bulan ini dan agungnya kedudukannya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.

Allah subhanahu wa ta'ala, tidaklah mewajibkan puasa kecuali karena sebuah sebab.
Maka Ramadhan diwajibkan dengan hukum fardhu 'ain (wajib atas setiap individu) muslim dan muslimah yang sesuai dengan apa yang disebutkan oleh para ahli fiqh dari syarat-syarat puasa, dan apa yang selainnya maka tidaklan wajib kecuali karena sebuah sebab, seperti puasa nadzar dan kafarat.

Ini kesimpulan yang mungkin untuk disampaikan.

Komentar

Artikel yang Sering Dibaca

CIRI CIRI AD DABBAH

➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta'ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang shahih.▫Al 'allamah as Sa'dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan A…

URUTAN ULAMA' KIBAR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN INI

URUTAN ULAMA KIBAR DITINJAU DARI SISI UMUR/USIA (yang masih hidup di zaman sekarang) : Asy Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Marzuq Al Banna. [Lahir 1344 H / 1923 M. Usia 94 tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan. [Lahir 1350  H / 1929 M -- Usia 88 Tahun.]Asy Syaikh Robi’ Al Madkhali. [Lahir 1351 H / 1930 M -- Usia 87 Tahun.]Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad. [Lahir 1353 H / 1932 M -- Usia 85 Tahun.]Asy Syaikh Sholih Al Fauzan [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ali bin Nashr Al Faqihi. [Lahir 1354 H / 1933 M -- Usia 84 Tahun.]Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri. [Lahir 1357 H / 1936 M -- Usia 81 Tahun.]
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152013
Tambahan : Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Asy Syaikh (Mufti Umum KSA). [Lahir 1362 H / 1941 M --Usia 76 Tahun.] _________
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ilmu ini Dibawa oleh Orang-orang yang Adil (para Ulama’) pada Setiap Generasi. Mereka Menghilangkan Penyimpangan Makna (alQuran dan Hadits) ya…

SHOLAT JENAZAH

FIQIH
Shalat Jenazah (2)

Para pembaca rahimakumullah, pada edisi sebelumnya telah dibahas beberapa hal yang terkait dengan shalat jenazah. Adapun pada edisi ini, akan kami sajikan tata cara shalat jenazah sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan harapan, kita bisa mengamalkannya setelah mempelajarinya.

Tata cara yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Menyusun shaf berjumlah tiga atau lebih. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Malik bin Hubairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ فَيُصَلِّيْ عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوْفٍ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، إِلَّا أَوْجَبَ -وَفِيْ رِوَايَةٍ- إِلَّا غُفِرَ لَهُ
“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia kemudian (jenazahnya) dishalatkan oleh tiga shaf dari kaum muslimin melainkan pasti (dimasukkan surga) –dalam riwayat lain– akan diampuni dosanya.” (HR. Abu Dawud 2/63, at-Tirmidzi 19/258, dan Ibnu Majah 1/454)

Jaminan ini berlaku jika yang menyalatkan dan y…

RIS


Radio Ittiba'us Salaf Sumpiuh